Sudah 8.000 Hektare Lahan Pertanian di Kalsel Kekeringan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Luas lahan kekeringan akibat kemarau panjang di Provinsi Kalimantan Selatan terus bertambah mencapai 8.000 hektare. Selain kekeringan, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga mengancam areal pertanian warga.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kekeringan akibat kemarau panjang semakin mengancam sektor pertanian di sejumlah daerah. Luas lahan pertanian tanaman pangan yang mengalami kekeringan dan terancam puso juga terus bertambah saat ini sudah 8.000 hektare,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, Jumat (28/8).

 

Sentra pertanian yang terdampak kekeringan antara lain Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tanah Laut dan Banjar. Ditambahkan Syamsir, beberapa kasus Karhutla juga merambah areal pertanian warga.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Terkait Karhutla ini pihaknya juga telah menghimbau agar para petani tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Meski terancam kekeringan dan karhutla, Syamsir tetap optimis target produksi pangan khususnya padi sebesar 1,3 juta ton GKG akan tetap tercapai. “Sebagian besar daerah sentra pertanian sudah panen. Kita juga memanfaatkan lahan rawa lebak yang surut karena kemarau,” ujarnya.

 

Pada bagian lain BPBD Kalsel melaporkan sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, dimana sebagian daerah mengalami krisis air bersih. Beberapa daerah yang dilanda kekeringan seperti Banjar, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Kotabaru,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra,

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Di Kabupaten Banjar, kekeringan kini semakin meluas dan telah melanda 43 desa pada 13 kecamatan. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebanyak 41 desa pada sembilan kecamatan kini terdampak kekeringan. Sedangkan di Kotabaru, puluhan desa di dua kecamatan yaitu Sigam dan Pulau Laut Utara mengalami kekeringan.

 

Pemda setempat telah memberikan bantuan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak. Sebelumnya Gubernur Kalsel, Muhidin juga menyampaikan kondisi waduk Riam Kanan yang mengalami penurunan debit air signigikan akibat kemarau. Waduk Riam Kanan merupakan sumber utama pasakon air PDAM, sektor perikanan dan pertanian tiga daerah yaitu Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

 

Waduk Riam Kanan juga sumber air baku turbin pembangkit PLTA Ir PM Noor. Saat ini tiga unit mesin PLTA hanya beroperasi satu unit dengan kapasitas produksi 4 megawatt dari kapasitas maksimal 30 megawatt. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :