Sumur Bor Jadi Solusi Sumber Air Pemadaman Karhutla di Pengayuan Banjarbaru

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU – Pencarian solusi permanen untuk mengatasi keterbatasan sumber air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Banjarbaru akhirnya membuahkan hasil. Yakni, dengan ditemukannya sumber air bawah tanah melalui survei geolistrik dan pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang dinilai strategis.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan keberadaan sumber air menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, khususnya di kawasan Pengayuan yang selama ini menghadapi keterbatasan air untuk pemadaman.

 

“Bapak Gubernur sedang mengerahkan tim untuk melakukan geolistrik. Informasinya ada satu sumber dengan kedalaman sekitar 40 meter dengan debit yang cukup besar,” ujar Hanif saat meninjau posko karhutla di Pengayuan, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menurut Hanif, apabila sumber air bawah tanah tersebut dapat dimanfaatkan, sistem pemadaman di Pengayuan akan diperkuat dengan kombinasi sumur bor dan kolam penampungan portabel atau bioflok.

 

“Kalau ada sumur bor, ada bioflok, maka Pengayuan ini sudah paripurna kita selesaikan,” katanya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Hanif menjelaskan, kawasan Pengayuan menjadi salah satu dari tiga lokasi krusial penanganan karhutla di Kalsel selain Guntung Damar dan Hutan Lindung Liang Anggang.

 

Untuk Pengayuan, strategi yang disiapkan antara lain memasang bioflok berkapasitas sekitar 12.000 liter sebagai titik-titik penampungan air yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.

 

Dengan pola grid, bioflok tersebut diharapkan mampu mempercepat respons apabila kembali muncul titik api.

 

“Ini saya rasa menjadi jawaban serius. Areal yang terdampak tadi sekitar 900 hektare, yang mengalami kebakaran berulang sekitar 500 hektare. Kalau kita memasang bioflok dengan jarak 250 kali 250 meter, maka seluruh kawasan bisa ter-grid,” jelas Hanif.

 

Ia menambahkan, pemerintah juga tidak lagi sepenuhnya mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC), mengingat kondisi awan yang tidak mendukung. Penanganan karhutla kini diperkuat melalui strategi pemadaman darat dengan dukungan pompa dan sumber air yang tersedia.

 

“Kalau dulu kita mengharapkan operasi modifikasi cuaca, hari ini kita ditantang. Kita tidak lagi menggantungkan diri kepada OMC karena memang awan tidak ada. Kita melakukan perang darat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan pencarian sumber air dilakukan karena keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama dalam pemadaman karhutla di Pengayuan.

 

Menurutnya, gagasan untuk menyiapkan sumber air permanen tersebut muncul setelah evaluasi penanganan karhutla bersama jajaran terkait.

 

“Karena airnya kurang, kita berpikir bagaimana air ini bisa disiapkan. Jadi kita rapat kembali, bagaimana mengatasi air yang ada di kawasan Pengayuan ini,” kata Muhidin.

 

Muhidin mengatakan, selain mencari sumber air melalui survei geolistrik, pemerintah juga mulai menyiapkan sejumlah titik penampungan air menggunakan bioflok.

 

“Untuk sementara ada enam titik kalau tidak salah yang dipakai dulu. Jadi kalau ada kebakaran kembali, tentu airnya sudah bisa disiapkan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, penanganan karhutla di Kalsel dilakukan melalui rapat koordinasi sekaligus tindakan lapangan secara langsung. Pemerintah juga terus berupaya memastikan ketersediaan air agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

 

Muhidin juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi membesar. Informasi tersebut dinilai penting agar tim pemadam maupun dukungan water bombing dapat segera dikerahkan.

 

“Kalau ada api yang besar, masyarakat sangat menolong kalau memberikan tahu. Laporkan supaya water bombing bisa bergerak,” katanya.

 

Menurut Muhidin, water bombing memiliki keunggulan dalam kecepatan menjangkau titik api yang sulit dikejar secara manual oleh personel di darat.

 

Ia menambahkan, status darurat karhutla di Kalsel telah ditetapkan sejak lama dan menjadi dasar pelaksanaan berbagai operasi penanganan. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :