BANJARMASIN-Pemerintah Provinsi bersama sejumlah Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan sebagai ikhtiar meminta pertolongan Allah SWT menghadapi kemarau panjang dan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
Pemprov Kalsel menggelar shalat Istisqa berjemaah di halaman depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa (25/8). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forkopimda para ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.
Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi cuaca panas, musim kemarau serta Karhutla dan kabut asap yang berlangsung dalam tiga bulan terakhir.
Muhidin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran, hingga para relawan yang terus berupaya memadamkan api di lapangan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada relawan yang setiap hari berjibaku memadamkan api. Semoga setelah Salat Istisqa ini, Allah SWT mengabulkan doa kita dengan menurunkan hujan,” katanya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, konsentrasi titik panas dan kejadian karhutla tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Banjar, Tapin, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Khusus di Banjarbaru, sejumlah titik terbakar berada di kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, seperti Guntung Damar, Pengayuan, hingga kawasan hutan lindung Liang Anggang.
Muhidin berharap hujan dapat segera turun secara merata di seluruh wilayah Kalsel, terutama di daerah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi. IKabupaten Balangan sebelumnya telah diguyur hujan setelah pelaksanaan Shalat Istisqa dan adanya kegiatan OMC di wilayah Kalimantan Timur.
“Kegiatan Shalat Istisqa di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin diikuti sebanyak lima ribu warga. Kegiatan ini juga berlangsung di lapangan dan mesjid-mesjid besar sejumlah kabupaten/kota di Kalsel,” kata Ketua MUI Kalsel, M Thambrin.
Pada bagian lain, akibat kabut asap Pemko Banjarmasin telah menerbitkan edaran tentang penyesuaian jam kerja ASN dan sekolah yang dimundurkan menjadi jam 09.00 wita atau menyesuaikan kondisi kualitas udara. (L03)