OMC Berhasil Hujan Mulai Turun di Kalsel

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, menyusul keberhasilan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar TNI AU-BMKG dalam beberapa hari terakhir. Keberhasilan OMC ini diharapkan mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap di Kalimantan Selatan yang sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Dalam beberapa hari terakhir hujan turun di sejumlah wilayah dampak dari operasi OMC. Ini memasuki pekan ke empat dan memang ada awan hujan di langit Kalsel sehingga hujan bisa turun. Kita harapkan hujan buatan ini dapat membantu mengatasi Karhutla di Kalsel,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Selasa (27/10).

 

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat luasan Karhutla harian jauh berkurang dampak turunnya hujan. Hingga akhir Oktober luas Karhutla di Kalsel mencapai 28 ribu hektare lebih. “Pada Senin (26/10) luasan Karhutla harian jauh menurun hanya 40 hektare. Selain OMC, upaya pemadaman darat dan udara oleh Satgas Karhutla terus kita lakukan,” tutur Ronny.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Danlanud Sjamsudin Noor, Kol Pnb Hilman LP Ambarita, mengatakan kegiatan OMC yang merupakan penugasan Presiden dan Panglima TNI, serta koordinasi dengan BNPB dan BMKG, cukup berhasil menurunkan hujan di sejumlah wilayah di Kalsel dan Kalteng. “Berdasarkan laporan hujan turun di bagian utara Kalsel dan wilayah Kalteng. Memang awan hujan meningkat di wilayah tersebut. Ada tiga pesawat Casa dan Hercules yang membantu kegiatan OMC ini,” tuturnya.

 

Selain melakukan OMC, pihaknya juga akan melaksanakan penaburan dry ice dan NaCl guna membantu mengatasi karhutla dan kabut asap di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pada bagian lain, BNPB telah merilis laporan kaji cepat per 18 Oktober 2026, estimasi nilai total kerusakan fisik dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana ekologis di Kalsel yang diperkirakan mencapai Rp12,15 triliun. Laporan valuasi tersebut disusun oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Abriveno Y.L. Pitoy berdasarkan pemantauan sebaran api dan titik asap yang mengepung wilayah Kalsel.

 

Hingga pertengahan Oktober 2026, total luasan hutan dan lahan yang hangus dilahap api tercatat seluas 14.080,30 hektare. Luasan tersebut membakar 10.142,30 hektare lahan mineral serta 3.938,00 hektare hamparan lahan gambut. Kabupaten Banjar tercatat sebagai wilayah dengan kehancuran terluas, mencapai 7.054,12 hektare (5.014,12 ha mineral dan 2.040,00 ha gambut). (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :