Gelombang Protes Pemadaman Listrik Kian Meluas

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARMASIN-Pemadaman aliran listrik masyarakat akibat krisis energi listrik oleh pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID)

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sejak sepekan terakhir memicu gelombang protes masyarakat yang semakin meluas.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Selasa (28/7), puluhan massa dari Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan menggeruduk Kantor PT PLN (Persero) UP3 di kawasan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Aksi unjukrasa ini digelar sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang berulang dalam beberapa waktu terakhir.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pemadaman listrik di sejumlah wilayah dinilai telah mengganggu aktivitas dan ekonomi masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pelaku usaha. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan kepada PLN. Spanduk besar juga tertulis “gedung ini disita masyarakat”.

 

Sehari sebelumnya sejumlah warga juga mendatangi kantor PLN UID Kalsel-Kalteng di Banjarbaru untuk menumpang mencharge handphone, karena listrik mati di rumah mereka. Informasi dihimpun Media, aksi unjukrasa kembali akan digelar masyarakat pada Rabu (29/7).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dihadapan para pengunjuk rasa,

Manajer Niaga dan Pemasaran PT PLN UP3 Banjarmasin, Hendy Saifuddin, menjelaskan kondisi kendala teknis yang sedang terjadi pada pasokan listrik interkoneksi regional Kalimantan. “Pasokan listrik kita ini terintegrasi mulai dari Kalteng, Kalsel, Kaltim, hingga Kaltara. Sehingga jika ada satu daerah yang rusak maka akan berpengaruh terhadap seluruh sistem,” kata Hendy.

 

Dirinya memastikan saat ini tim teknis tengah fokus melakukan perbaikan kerusakan pembangkit di sejumlah daerah, termasuk PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut. Perbaikan ditargetkan selesai pada awal Agustus mendatang.

 

Punia Dewi, pengurus HIPMI Kota Banjarmasin, menegaskan krisis listrik yang sudah terjadi sejak awal Juli lalu berdampak kerugian pada kegiatan bisnis dan usaha masyarakat terutama UMKM. “Kondisi pemadaman listrik ini sangat menganggu aktifitas UMKM, seperti proses produksi atau packing yang memerlukan listrik. Di sisi lain tidak semua UMKM mampu membeli genset karena usahanya mikro,” ujarnya. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :