Gagal Panen dan Krisis BBM Picu Inflasi Tinggi di Kalsel

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah yang mengalami inflasi tertinggi di Indonesia sebesar 4,6 persen. Kondisi kemarau panjang dan kekeringan telah menyebabkan banyak petani gagal panen di sejumlah daerah sentra pertanian, berimbas terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Demikian juga kondisi krisis BBM memicu kenaikan biaya transportasi, ikut mempengaruhi harga kebutuhan pokok masyarakat di pasaran. “Rantai pasok kebutuhan pokok terganggu akibat banyak komoditas gagal panen karena kemarau. Ditambah antrian BBM yang masih terjadi, telah memicu terjadinya lonjakan harga dan inflasi,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, Sabtu (10/10).

 

Kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang mengangkut barang kebutuhan pokok, terutama sayuran dari Pulau Jawa ikut mempengaruhi harga. Terkait hal ini, Pemprov Kalsel mengintensifkan gerakan pasar murah di lima kabupaten dan kota yang terdampak tertinggi inflasi. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah musim kemarau panjang yang turut memengaruhi produksi dan pendapatan masyarakat.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kemarau panjang turut memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani, pekebun, dan pembudidaya ikan. Dampaknya tidak hanya terhadap produksi, tetapi juga pendapatan masyarakat,” ujarnya. Lima daerah yang menjadi fokus pelaksanaan gerakan pasar murah yakni Kabupaten Kotabaru, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Tanah Laut, dan Kota Banjarmasin.

 

Kegiatan pasar murah telah dimulai di Kabupaten Kotabaru pada 7 Oktober 2026 dan selanjutnya akan dilaksanakan di daerah lainnya. Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga distributor, antara lain minyak goreng, gula, tepung, telur, dan ayam.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Masyarakat sangat antusias, terlihat pada hari pertama pelaksanaan di Kotabaru. Sebanyak 400 kilogram gula, 1.600 liter minyak goreng Minyakita, dan sekitar 300 kilogram tepung habis terjual. Termasuk telur, ayam, dan komoditas lainnya,” kata Ahmad Bagiawan yang juga menjabat Ketua Tim Pengawasan Satgas BBM Kalsel ini.

 

Dinas Perdagangan Kalsel mencatat kenaikan harga kebutuhan pokok di Kalsel rata-rata 5-10 persen. Harga gula pasir naik menjadi Rp22 ribu perkilogram dari harga normal Rp18 ribu. Minyak goreng naik dari Rp15 ribu perliter menjadi Rp20 ribu – Rp21 ribu. Bawang merah yang banyak didatangkan dari NTB, melonjak hingga Rp40 ribu dari harga normal Rp25 ribu. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :