Kepastian Investasi Jadi Faktor Utama Pengembangan Blok South Andaman

Ilustrasi
750 x 100 AD PLACEMENT
Ilustrasi

Kepastian investasi menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan lapangan gas Tangkulo di Blok South Andaman. Hal itu mengemuka dalam seminar bertajuk ‘Membangun Kesempatan di Tengah Polemik Pengembangan Blok South Andaman’ yang dilaksanakan oleh Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh.

“Investor yang sudah mengeluarkan investasi sangat besar harus diberikan kepastian agar kepercayaan terhadap Indonesia tetap terjaga,” kata Surya Darma, Ketua Indonesia Centre for Renewable Energy Studies (ICRES), dalam paparannya pada seminar tersebut (24/7/2026).

Surya berharap polemik tentang pengembangan Blok South Andaman tidak berkepanjangan. “Kalau proyek ini terus diperdebatkan tanpa kepastian, daya tarik investasi Aceh justru akan semakin berkurang,” ujarnya.

Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan diskusi mengenai South Andaman sebaiknya mengedepankan kajian teknis, ekonomi, dan hukum secara komprehensif. Menurut dia, setiap alternatif pengembangan perlu dibandingkan melalui perhitungan biaya investasi dan operasional yang objektif.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Pilihan antara offshore dan onshore harus dilihat dari kajian teknis dan keekonomiannya, bukan berdasarkan asumsi,” kata Djoko saat menjadi narasumber seminar ‘Membangun Kesempatan di Tengah Polemik Pengembangan Blok Andaman’ tersebut.

Menurut Djoko, lapangan gas Tangkulo yang berlokasi di Blok South Andaman akan terhubung dengan fasilitas onshore di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Skema pengembangan gas South Andaman rencananya dengan pengolahan di FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading), kemudian disalurkan ke ORF (Onshore Receiving Facilities) yang berlokasi di KEK Arun, Lhokseumawe.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, telah menyetujui Plan of Development (POD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman pada 9 Maret 2026 lalu. Pemerintah menargetkan produksi gas Lapangan Tangkulo sudah bisa didistribusikan pada akhir tahun 2028.

Lapangan Tangkulo diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, komitmen awal penjualan gas sebesar 160 MMSCFD telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan PT PLN (EPI) sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan energi nasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sisa gas rencananya akan digunakan untuk memasok kebutuhan industri domestik di Aceh dan Sumatera bagian utara. Pengembangan Blok South Andaman dapat dimanfaatkan sebagai pendorong pembangunan ekonomi Aceh, khususnya melalui pengembangan sentra industri dan ekosistem industri berbasis gas. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :