Mahasiswa Kembali Desak Gubernur Kalsel Atasi Karhutla

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Kalimantan Selatan kembali berunjukrasa mendesak Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatasi sejumlah persoalan yang meresahkan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap yang telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan parah dan kesehatan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Rabu (30/6) sore, seratusan mahasiswa berunjukrasa di halaman Kompleks Perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru. Sementara aparat keamanan dari kepolisian dan Pol PP turun dengan jumlah lebih besar dari mahasiswa.

 

BEM se Kalimantan Selatan menilai Gubernur Kalsel dan jajarannya tidak dapat bekerja mengatasi berbagai krisis yang kian menghimpit masyarakat, mulai dari kelangkaan BBM, krisis air bersih, pemadaman listrik, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang tak kunjung terselesaikan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kelompok mahasiswa sempat menyatakan protes dan mempertanyakan keseriusan Gubernur Kalsel, karena selalu tidak hadir saat demo mahasiswa. Muhidin sendiri dilaporkan sedang bertugas di Jakarta. Sedangkan aksi demo mahasiswa hanya ditemui Sekretaris Daerah dan sejumlah Kepala SKPD terkait.

 

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan pihaknya telah berusaha maksimal dalam upaya mengatasi karhutla yang terjadi. “Kami sudah berusaha maksimal, namun ini dipicu faktor alam karena kemarau ekstrem atau elnino. Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada dan memang karhutla dan kabut asap masih terjadi,” ungkapnya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menariknya saat debat panas antara jajaran Pemprov Kalsel dan mahasiswa hujan deras turun di sejumlah wilayah termasuk lokasi demo, imbas aksi operasi modifikasi cuaca (OMC).

 

Hadir pula Virdian Aurellio Hartono, aktivis muda sekaligus mantan Ketua BEM Kema Unpad 2022. Dalam orasinya, Virdian membakar semangat para peserta aksi dengan kalimat menyengat tentang realita bencana ekologis di Indonesia.

 

“Ini adalah bukti bahwa anak muda Indonesia tidak pernah memilih diam. Kita muak atas segala bencana yang dipicu oleh kerusakan alam, di mana kekayaannya dinikmati segelintir orang, tetapi dampaknya menghantam masyarakat umum,” tegas Virdian.

 

Ia mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah ancaman nyata yang tidak pernah memandang bulu, latar belakang pekerjaan, maupun pilihan politik. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :