BANJARBARU-Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi alternatif bagi masyarakat Kalimantan Tengah menyusul terganggunya operasional Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya dan Bandara H Asan,Sampit akibat kabut asap lebih sebulan terakhir. Homebase Satgas Udara (water bombing) Kalteng dialihkan ke Kalsel.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal meskipun gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Kalimantan Selatan. “Saat ini gangguan jarak pandang pada pagi hari terpantau minor dan hanya berdampak pada sebagian kecil penerbangan pesawat type baling-baling (propeller)/ATR,” tuturnya.
Millyas mengatakan Bandara Syamsudin Noor menjadi alternatif bagi masyarakat provinsi tetangga Kalimantan Tengah untuk bepergian ke luar daerah lewat jalur udara, seiring ditutupnya Bandara Tjilik Riwut dalam beberapa waktu terakhir. Demikian juga sebaliknya penumpang dari luar daerah, termasuk para pejabat yang akan beraktivitas di Provinsi Kalteng.
Pihak Angkasa Pura mencatat rata-rata ada 700 calon penumpang dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah perhari memilih terbang lewat Bandara Syamsudin Noor, seiring belum beroperasinya Bandara Tjilik Riwut. Hal serupa juga dialami penumpang asal Sampit, Kalimantan Tengah yang harus beralih ke Syamsudin Noor.
Herlina, salah satu calon jemaah asal Sampit, mengaku harus menempuh perjalanan darat selama 10 jam menuju Bandara Syamsudin Noor karena penerbangan langsung dari Sampit belum dapat dilakukan.
“Dari jam 9.30 berangkat jalan darat dulu dari Sampit ke Banjarmasin karena Sampit-Jakarta belum bisa,” kata Herlina.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, maskapai Citilink mengoperasikan satu penerbangan tambahan (extra flight) tujuan Surabaya. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antarstasiun guna memfasilitasi penumpang yang diarahkan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pada bagian lain Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan sejak beberapa waktu terakhir BNPB telah memindahkan homebase Satgas Udara, helikopter waterbombing dan patroli dari Kalteng ke Kalsel. “Jadi penanganan Karhutla jalur udara untuk wilayah Kalteng dipusatkan di Syamsudin Noor, Kalsel,” ungkap Ronny. (L03)