BANJARBARU-Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan terus meluas dan semakin parah. Kecuali Kota Banjarmasin, dua kabupaten di Kalsel telah meningkatkan status menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan 10 kabupaten berstatus Siaga Darurat Bencana Karhutla.
Kabupaten Banjar dan Tapin telah menaikkan status penanganan Karhutla dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Sedangkan 10 kabupaten/kota lainnya berstatus siaga darurat. “Saat ini dua kabupaten telah menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat dan 10 daerah lainnya kini berstatus siaga darurat, kecuali Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Senin (12/10).
Ronny mengakui kondisi Karhutla yang terus melanda sejumlah daerah di Kalsel. Namun dirinya mengklaim kondisi Karhutla dan kabut asap di area ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru yang menjadi fokus penanganan Satgas Karhutla dalam tiga bulan terakhir cukup terkendali.
“Sayangnya akibat pengaruh elnino dan angin, kebakaran melebar ke areal lahan gambut di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar dan Handil Bakti, Barito Kuala. Dua wilayah ini menjadi penghasil kabut asap terparah di Kalsel saat ini. Karena itu penanganan Karhutla juga bergeser ke wilayah tersebut,” ujarnya. BPBD mencatat luas Karhutla di Kalsel saat ini mencapai 28 ribu hektare lebih.
Meski tidak seluas Karhutla 2023 lalu yang mencapai 194 ribu hektare, namun kabut asap yang ditimbulkan lebih parah. Bahkan dampak kabut asap menyebabkan memburuknya kualitas udara dan ancaman gangguan kesehatan masyarakat, permukiman, fasilitas umum dan kerusakan lingkungan. “Termasuk gangguan penerbangan, bahkan Kalsel menjadi penyumbang asap ke Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Lebih jauh Ronny mengatakan pihaknya bersama BNPB juga tengah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam sepekan ke depan. Namun diakuinya minimnya awan hujan menyebabkan OMC kurang berhasil.
Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari, Brigadir Jenderal TNI Ilham Yunus menyoroti kondisi semakin parahnya Karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalsel. Berdasarkan hasil investigasi lapangan ditemukan adanya indikasi sebagian Karhutla disebabkan faktor kesengajaan yaitu aksi pembukaan lahan dengan cara membakar.
Terkait hal ini dirinya menegakan pihaknya akan mengambil langkah-langkah tegas hingga penindakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Ribuan personil TNI aktif terlibat membantu pemadaman Karhurla di seluruh wilayah Kalsel. (L03)