BANJARMASIN-Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza mendorong agar para pengusaha UMKM terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap mendapatkan insentif berupa keringanan pembayaran hutang dari perbankan dan lembaga kreditur lainnya. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2026 di Kalsel mencapai Rp3,8 triliun yang diterima 61.251 UMKM.
“Kita prihatin atas musibah Karhutla yang terjadi termasuk di Kalsel, kita harap UMKM tetap semangat dalam berusaha. Bencana Karhutla menyebabkan penjualan menurun dan pasokan terganggu bahkan bisa terhenti. Bagaimana kita mendorong agar usaha tetap berjalan, jika ada yang terdampak maka harus ada keringanan (insentif),” ungkap Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat membuka Jambore Kumitra 2026 Kalsel yang dipusatkan ke Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (25/10).
Di tengah kondisi seperti ini negara harus hadir melalui berbagai program
pelatihan, akses pasar, permodalan, pendampingan hingga transformasi digital. “Untuk mensukseskan UMKM ini ada faktor-faktor kemanusiaan yang jadi persoalan klasik seperti lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah wajib mensuport, jika salah dalam penanganannya maka bisa menciptakan kelompok masyarakat sengsara yaitu terpuruk dan dikejar hutang,” ujar Wamen.
Potensi usaha di Kalsel sangat besar, dimana ada 518 ribu UMKM pada 2025 atau bertambah 8000 unit dari tahun sebelumnya. Sedangkan penyaluran KUR sepanjang 2026 mencapai Rp3,8 triliun yang diterima 61.251 UMKM (debitur).
Plt Deputy Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana mengatakan pada Jambore Kumitra 2026 Kalsel, dilaksanakan akad massal KUR pada 300 penerima UMKM dari empat Bank yaitu BRI, BNI, Mandiri dan Bank Kalsel sebesar Rp28,9 miliar. Penyaluran dana kemitraan sebesar Rp3 miliar, juga MoU Kementerian UMKM dengan PHRI yang menjamin masuknya produk UMKM ke lingkungan perhotelan.
Kumitra Jambore 2026 merupakan kegiatan yang dilaksanakan Kementerian UMKM untuk mendukung dan memperkuat pemberdayaan serta memperluas akses kemitraan usaha di daerah. Kegiatan ini disemarakkan dengan Bazar produk-produk UMKM, Sapa UMKM yang diikuti berbagai lembaga keuangan hingga pasar murah.
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, berharap melalui kegiatan ini sektor UMKM di Kalsel dapat terus berkembang meski di tengah kondisi sulit terutama bencana Karhutla. “Jambore Kumitra ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai persoalan dihadapi UMKM, baik permodalan, akses pasar, mutu produk maupun pendampingan transformasi digital,” tutur Hasnuryadi. (L03)