12.880 Personil Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Kementerian Kehutanan mengerahkan sedikitnya 12.880 personil tim gabungan dari berbagai unsur dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Hingga Karhutla di lima provinsi Kalimantan mencapai luas 57.000 hektare.

 

Tim gabungan telah dikerahkan, melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), sukarelawan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dari kekuatan tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni untuk operasi pemadaman di Kalimantan.

 

Selain itu Kemenhut juga menyiapkan 45 personel tambahan Manggala Agni dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan untuk membantu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pengerahan personel tambahan ini dilakukan melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa operasi panjang di Kalimantan tidak hanya berbicara tentang berapa banyak api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga bagaimana pemerintah melindungi masyarakat dan menjaga kemampuan ribuan orang yang bekerja di garis depan. “Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan mencegah api meluas, tetapi kita juga harus menjaga orang-orang yang sudah berminggu-minggu berada di garis depan. Semakin banyak kebakaran yang bisa kita cegah sejak awal, semakin kecil risiko yang harus ditanggung masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

 

Hingga kini luas karhutla tercatat 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengatakan operasi terus diperkuat pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif, sementara kondisi personel menjadi perhatian dalam operasi yang telah berlangsung panjang.

 

Operasi dilakukan melalui pemadaman langsung dari darat dan dukungan udara. Operasi Modifikasi Cuaca juga telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan operasi dengan total 45 ton bahan semai. Operasi ini dilakukan dengan menyemai bahan pada awan yang memenuhi persyaratan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan pada wilayah yang membutuhkan.

 

Selain pemadaman, patroli pencegahan melalui darat dan udara terus ditingkatkan untuk menemukan potensi kebakaran sedini mungkin. Keterlibatan MPA, sukarelawan, dan masyarakat menjadi penting karena mereka berada dekat dengan lokasi rawan, mengenali kondisi wilayahnya, dan dapat memberikan informasi awal ketika menemukan api maupun asap.

 

Pada bagian Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur, menyoroti situasi krisis karhutla yang tengah menjadi perhatian utama. Menteri Jumhur memaparkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah yang terpusat.

Komando terpadu lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan

Keamanan, Djamari Chaniago, terus digerakkan untuk memastikan deteksi dini dan pemadaman titik api (hotspot) dapat dieksekusi secara kilat di lapangan. Pemerintah memastikan respons cepat menjadi benteng utama agar setiap kemunculan api tidak menjalar menjadi bencana ekologis yang masif. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :