BANJARBARU-Musim kemarau dan udara kering telah memicu semakin maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan. Kemarau juga mengakibatkan kawasan hidrologi gambut (KHG) mulai mengering, termasuk di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
“Hasil pantauan kita di lapangan, kondisi sungai dan embung mengalami penurunan debit air cukup signifikan akibat kemarau. Demikian juga kondisi lahan gambut juga mulai mengering sehingga perlu diwaspadai,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, Sabtu (11/7).
Dikatakannya pihaknya akan segera melakukan pembasahan lahan gambut guna mengantisipasi kekeringan lahan gambut yang bisa memicu kebakaran. “Kita tahu kebakaran lahan gambut ini sulit diatasi sehingga perlu kita lakukan pencegahan sedini mungkin, terlebih yang berada di ring satu sekitar bandara Syamsudin Noor Banjarbaru,” tuturnya.
Pantauan Media, kebakaran lahan terus terjadi di wilayah Kalsel termasuk Kota Banjarbaru. Beberapa lokasi kebakaran berada di kawasan berdekatan dengan bandara Syamsudin Noor.
Penanganan karhutla di Kalsel juga mendapat prioritas Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, turun langsung membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pekan lalu, tim Kemenhut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melakukan pemadaman karhutla di kawasan Tanggul, Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Aksi pemadaman kebakaran juga melibatkan tim gabungan Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan VI/Tanah Laut.
Selain karhutla, kemarau dan udara kering juga memicu maraknya kebakaran permukiman dan kawasan pusat ekonomi. Jumat (10/7) sedikitnya 162 kios di kawasan Pasar Lima Banjarmasin hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan, Kota Banjarmasin, Hendro mengatakan luasnya kebakaran menyebabkan upaya pemadaman membutuhkan waktu hingga 10 jam. Diketahui kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 wita dini hari dan kobaran api baru bisa dipadamkan pada pukul 11.00 wita.
Kawasan blok pasar yang terbakar ini diketahui menjual berbagai macam kebutuhan harian warga, mulai dari ikan asin, perabotan rumah tangga, kelontong, hingga toko bangunan. Kerugian akibat kebakaran ini mencapai miliaran rupiah. (L03)