TAPIN-Pengembangan komoditas kopi lokal di Kalimantan Selatan terus berkembang. Para petani yang tergabung dalam Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Kabupaten Tapin kini mampu merambah pasar ekspor kopi ke Jepang.
“Kami sudah ada MoU dan dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan ekspor perdana kopi ke Jepang,” ungkap Ketua Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama, Fery Setyawan, Minggu (30/8). Menurutnya sejatinya pasar ekspor komoditas kopi ini sangat terbuka. Selain Jepang, permintaan kopi lokal Kalsel juga datang beberapa negara seperti Malaysia dan Timur Tengah.
Sarjana Pertanian lulusan 2024 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini mengatakan Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama ini baru berdiri Maret 2026. Tercatat ada puluhan petani dari enam desa meliputi Matang Batas, Asam Rendah, Burakai dan Bagak di Kecamatan Hatungun, serta petani dari Desa Puncak Harapan dan Ayunan Papan, Kecamatan Lokpaikat,
menjadi anggota koperasi.
Ide pendirian koperasi ini berawal dari keprihatinan atas nasib para petani karet yang terpuruk akibat semakin menurun produktivitas karet karena sudah berumur tua, serta fluktuasi harga. “Mayoritas para petani di wilayah ini awalnya merupakan petani karet. Di sisi lain kita melihat ada
komoditas kopi yang bisa dikembangkan dan menjadi sumber ekonomi warga walau telah banyak ditinggalkan. Ini terlihat dari penemuan pohon-pohon kopi tua,” ujar Fery yang sebelumnya sempat terlibat dalam program pembinaan petani di Tapin ini.
Saat ini ada 25 hektare kebun kopi milik anggota dan akan dikembangkan menjadi 50 hektare. Untuk jenis kopinya yaitu robusta, liberika dan ekselsa. Lewat pengembangan komoditas kopi ini pihaknya berharap bisa meningkatkan nilai ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. Termasuk mengembangkan agrowisata hingga pasar karbon di masa datang.
Dengan terbukanya pasar ekspor ini, dirinya berharap minat petani baik di Kabupaten Tapin maupun daerah lain di Kalsel akan semakin besar untuk mengembangkan komoditas kopi. Fery juga mengakui keberadaan koperasi ini mendapat dukungan dari perusahaan PT Kalimantan Prima Persada (KPP). “Ada banyak kendala di lapangan, namun kami mendapat dukungan dan bantuan dari pihak KPP bagi petani anggota koperasi seperti bibit, alat pengolah lahan, pelatihan dan pendampingan intensif lainnya,” kata Fery.
Lebih jauh dirinya membuka kesempatan bagi petani kopi di daerah lain untuk bekerjasama guna pengembangan dan pemenuhan tingginya permintaan pasar ekspor. Selain Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama juga tengah mengembangkan komoditas rempah yang banyak diminati pasar nasional maupun internasional. (L03)