BANJARMASIN-Sudah sebulan setengah sejak peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, pada (13/9) lalu, sebanyak 53 orang korban belum berhasil ditemukan.
Badan SAR Nasional memastikan operasi SAR dalam upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan.
“Upaya pencarian 53 orang penumpang korban kecelakaan KM Virgo terus kita lakukan. Pencarian kita fokuskan pada penyisiran perairan Sukamara dan Seruyan di wilayah Kalimantan Tengah,” ungkap Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Badan SAR Nasional Banjarmasin, Bram Madya Temara, Selasa (27/10).
Bram mengakui sejak beberapa waktu terakhir tim SAR belum berhasil menemukan korban baru, meski telah menyisir perairan tiga wilayah Kalsel, Kalteng dan Kalbar. Dari 243 penumpang yang terdata di manifest kapal, sebanyak 108 orang penumpang berhasil diselamatkan, 82 orang meninggal dunia. Masih ada 53 korban yang belum ditemukan.
Sebelumnya Badan SAR Nasional telah menghentikan sementara operasi SAR bawah laut terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dan mendorong segera dilakukannya operasi Salvage (pengangkatan) bangkai kapal dari kedalaman 29 meter ke permukaan. Operasi Salvage diyakini akan mempermudah proses pencarian dan evakuasi puluhan korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Terkait rencana operasi Salvage ini pihak operator kapal PT Virgo Karya Shipping, sejak pekan kedua Oktober lalu telah menurunkan tim selam untuk pendataan dan pengambilan gambar kondisi terkini bangkai kapal sebagai syarat dan data awal kepentingan operasi salvage.
Hal ini dikemukakan Kuasa hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal, saat pertemuan dengan pihak keluarga korban dan instansi terkait di kantor Pelindo, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, beberapa waktu lalu. Menurutnya data yang diambil tim selam ini kemudian akan dikirimkan ke pihak asuransi dan calon operator pelaksana operasi salvage.
Tercatat ada empat perusahaan asal Amerika yang mengikuti tender operasi pengangkatan bangkai kapal seberat 9000 ton dari kedalaman sekitar 29 meter di Laut Jawa ini. Rully mengakui pelaksanaan operasi salvage ini memerlukan waktu dan pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu pelaksanaan operasi salvage dapat dilakukan.
Rully menambahkan pengambilan kapal oleh tim selam ini juga dibarengi upaya pencarian korban yang diduga masih banyak yang terjebak di dalam kapal. (L03)