BANJARBARU-Tingginya curah hujan di bagian hulu dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan elevasi (TMA) sungai-sungai besar dan Sungai Barito di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah meningkat dan berada pada level bahaya (merah). Banjir rob melanda sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin.
Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin dalam laporannya, Rabu (20/5), mencatat tingkat elevasi atau tinggi muka air (TMA) Sungai Barito bagian hulu Kalteng yaitu Muara Teweh dan Puruk Cahu, masing-masing 12 meter dan 7,2 meter atau berada pada level bahaya.
Sementara di Kalimantan Selatan, Sungai Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga berada pada level bahaya dengan elevasi setinggi 5,1 meter dan Sungai Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Bumbu berada pada level siaga dengan ketinggian muka air 5,45 meter. Luapan Sungai Barabai menyebabkan terjadinya banjir cukup besar pada Senin (18/5) di sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, termasuk Kota Barabai, ibukota kabupaten.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra menghimbau warga untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi khususnya banjir, karena curah hujan tinggi di bagian hulu, meski beberapa wilayah justru mengalami cuaca panas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita mengungkapkan wilayah dataran rendah yang mengalami banjir pada akhir 2025 hingga awal 2026 lalu, kini kembali terendam. Pada banjir tersebut, Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah terparah dimana ribuan hektare lahan pertanian terendam banjir. “Air kembali meninggi, baru saja selesai banjir kini terendam lagi. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada sektor pertanian,” ungkapnya.
Pada bagian lain banjir rob melanda sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin yang dipengaruhi luapan Sungai Martapura dan Sungai Barito serta kondisi pasang laut. Banjir (calap) merendam permukiman warga di daerah dataran rendah dan sepanjang tepi sungai. Air juga merendami jalan-jalan permukiman dan jalan protokol hingga setengah meter sehingga arus lalu lintas terganggu. (L03)