Dua Kabupaten di Kalsel Dilanda Banjir

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Banjir melanda dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Tengah, seiring tingginya curah hujan di bagian hulu dalam beberapa hari terakhir. Pembangunan Bendungan Riam Kiwa, Kabupaten Banjar masih menghadapi kendala ganti rugi lahan dan kebun warga seluas 771,5 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, dalam laporan kebencanaannya, Selasa (19/5) memaparkan banjir disebabkan tingginya curah hujan di bagian hulu kawasan pegunungan Meratus. “Hujan dengan intensitas tinggi masih turun di beberapa wilayah Kalsel, sehingga menyebabkan banjir,” ungkapnya.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir di Kabupaten Tapin melanda sejumlah desa di Kecamatan Tapin Selatan dan Tapin Utara. Ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air rata-rata 50cm hingga 75cm.

750 x 100 AD PLACEMENT

Banjir terparah terjadi di lima kelurahan dan delapan desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah meliputi Kecamatan Batu Benawa, Pandawan dan Kota Barabai, ibukota kabupaten. Tercatat banjir merendam 3.000 rumah yang dihuni lebih 8.000 jiwa serta berbagai fasilitas umum. Ketinggian banjir di beberapa lokasi mencapai lebih satu meter.

Pada bagian lain Pemprov Kalsel bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan dan stake holder terkait melakukan rapat optimalisasi dan percepatan pembangunan bendungan Riam Kiwa, Kabupaten Banjar. Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Tyas Widiarto.

Pembangunan bendungan Riam Kanan masuk proyek strategis nasional (PSN) yang diyakini mampu mengatasi 70 persen masalah banjir tahunan di wilayah Kalsel. Bendungan ini juga diproyeksi dapat mendukung ketahanan pangan dengan jaringan irigasi seluas 1.800 hektare. Termasuk potensi menjadi pembangkit listrik berkapasitas 3,5 mega watt dan air baku 1.000 lt/detik.

Sayangnya pembangunan bendungan Riam Kiwa masih terkendala proses ganti rugi lahan warga sejumlah desa. Terutama perhitungan tegakan tanaman kebun milik warga yang berada di dalam kawasan hutan seluas 771,5 hektare. Kajati Kalsel, Tyas Widiarto menyoroti berlarutnya proses pembangunan bendungan Riam Kiwa sejak 2019 tersebut. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :