Pemkab Hulu Sungai Tengah Usulkan Pembangunan Bendungan Pancar Hanau

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan mengusulkan pembangunan bendungan Pancar Hanau sebagai solusi untuk mengatasi ancaman bencana banjir di kawasan kaki Pegunungan Meratus. Deforestasi dan pendangkalan sungai menjadi penyebab utama banjir tahunan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Pembangunan bendungan Pancur Hanau sudah kita usulkan kepada pemerintah pusat sejak lama. Berdasarkan hasil kajian dengan melihat ancaman bencana banjir maka Pancur Hanau sangat mendesak,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani, Jumat (22/5).

Namun akibat keterbatasan anggaran baik APBD maupun APBN, rencana pembangunan bendungan Pancur Hanau baru memasuki tahapan LARAP atau pemetaan kawasan. Usulan pembangunan bendungan ini dikatakan Ahmad Yani sudah ada sejak lama, dan kembali mencuat ketika terjadi bencana banjir besar melanda wilayah Hulu Sungai Tengah pada 2021 lalu.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pancar Hanau akan membendung aliran Sungai Batang Alai di bagian hulu, di wilayah Kecamatan Hantakan. Sebagai langkah penanganan cepat, telah dibangun Kolam Regulasi melibatkan Kementerian PUPR. Juga keberadaan Bendung Batang Alai guna menanggulangi ancaman banjir akibat luapan Sungai Batang Alai.

“Kondisi tutupan lahan yang semakin berkurang dan sedimentasi sungai-sungai besar seperti Sungai Barabai serta alur Sungai Barito menjadi penyebab terjadinya banjir tahunan di wilayah kami,” ujarnya. Langkah lain yang dilakukan Pemkab Hulu Sungai Tengah untuk mengatasi bencana banjir adalah melalui program normalisasi dua sungai besar yaitu Sungai Barabai dan Sungai Batang Alai.

“Mitigasi bencana banjir kita lakukan dengan normalisasi di kawasan hilir Sungai Barabai dan Sungai Batang Alai menggunakan exavator amphibi secara berkala,” kata Ahmad Yani. Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi tahunan di Kalsel. Pada peristiwa banjir besar tahun 2021 lalu, sebagian besar wilayah kabupaten ini nyaris tenggelam akibat banjir. Puluhan ribu jiwa warga terdampak dan sembilan orang warga tewas terseret banjir.

Sementara proses pembangunan Bendungan Riam Kiwa, Kabupaten Banjar yang masuk proyek strategis nasional (PSN) masih menghadapi kendala ganti rugi lahan dan tegakan kebun masyarakat yang berada di areal eks kawasan hutan seluas 771,5 hektare. Pemprov Kalsel menargetkan Bendungan Riam Kiwa yang dicanangkan sejak 2019 lalu, selesai pada 2028 mendatang. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :