Karhutla Belum Padam Bencana Hidrometeorologi Kian Mengancam 

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan masih terus terjadi, meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Di sisi lain turunnya hujan kerap disertai cuaca buruk yang menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa angin kencang hingga banjir.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra dalam laporan kebencanaannya, Minggu (8/11) mengungkapkan kondisi Karhutla masih melanda sejumlah daerah seperti Kabupaten Banjar, Balangan, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Bumbu. Namun secara umum luasan areal terbakar dan jumlah titik api serta kabut asap sudah jauh berkurang.

 

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat pada Sabtu (7/11), Karhutla masih terjadi di Desa Murung Abuin, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan yang menghanguskan lahan seluas lima hektare. Sehari sebelumnya Karhutla juga melanda beberapa lokasi di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar, dengan luasan puluhan hektare.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pada bagian lain, turunnya hujan juga disertai cuaca buruk berupa angin kencang yang menyebabkan kerusakan permukiman warga dan fasilitas umum. Tercatat angin kencang menyebabkan empat rumah warga di Desa Madurejo Rt.1 Kecamatan Sambung Makmur dan

Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar mengalami kerusakan.

 

Angin kencang juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menyebabkan empat rumah warga di sejumlah desa mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang. Di Kota Banjarbaru, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menyebabkan kemacetan di kawasan Komet, pusat kota.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Di Kabupaten Tapin angin kencang menghantam bangunan SD Negeri Rantau Kiwa 1 Kecamatan Tapin Utara yang menyebabkan kerusakan parah hingga 80 persen bangunan sekolah. Selain itu dilaporkan 15 rumah warga di sejumlah desa di wilayah ini juga mengalami kerusakan akibat diterjang angin.

 

Sebelumnya juga dilaporkan hujan di bagian hulu Pegunungan Meratus telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru yang menghanyutkan beberapa bangunan di tepi sungai. Banjir juga dipicu kondisi kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :