BANJARMASIN-Badan SAR Nasional secara resmi menutup operasi SAR atas kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) lalu. Hingga kini 53 orang penumpang korban KM Virgo belum ditemukan.
Penutupan operasi SAR ini merupakan hasil rapat evaluasi Basarnas bersama unsur terkait perusahaan kapal serta pihak keluarga korban. “Setelah hampir dua bulan atau 53 hari operasi SAR terhadap korban KM Virgo Transport 8 dinyatakan ditutup,” ungkap Kepala Badan SAR Nasional Banjarmasin, I Putu Sudayana, Rabu (4/11).
Tercatat dari 243 penumpang yang terdata di manifest kapal, sebanyak 108 orang penumpang berhasil diselamatkan, 82 orang meninggal dunia. Masih ada 53 korban yang belum ditemukan. Diketahui sejak beberapa pekan terakhir tim SAR tidak berhasil menemukan korban baru, meski telah menyisir perairan tiga wilayah Kalsel, Kalteng dan Kalbar.
Sebelumnya Badan SAR Nasional mendorong segera dilakukannya operasi Salvage (pengangkatan) bangkai kapal dari kedalaman 29 meter ke permukaan. Operasi Salvage diyakini akan mempermudah proses pencarian dan evakuasi puluhan korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Pada bagian lain, Polda Kalimantan Selatan telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 ini. “Keempat tersangka berasal dari unsur kapal dan perusahaan pelayaran PT Virgo Karya Shipping. Mereka terdiri atas nakhoda, manajer operasional, general manager, hingga agen perusahaan,” kata Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Eko Irianto.
Tersangka berinisial AY, nakhoda KM Virgo Transport 8. RH, manajer operasional PT Virgo Karya Shipping di Surabaya. Kemudian YR menjabat general manager PT Virgo Karya Shipping serta LBA merupakan agen PT Virgo Karya Shipping. (L03)