Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

750 x 100 AD PLACEMENT

BANJARBARU-Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menetapkan provinsi tersebut dalam status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seiring kondisi kemarau kering dampak El Nino dan meningkatnya titik api (hot spot). Kalsel gelar apel kesiapsiagaan bencana karhutla.

Hal ini disampaikan Muhidin saat memimpin Rapat Koordinator Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/7). “Mempertimbangkan data BMKG tentang kondisi cuaca memasuki puncak kemarau, peningkatan titik api dan sejumlah daerah telah menetapkan status siaga darurat, maka provinsi juga menetapkan status siaga darurat bencana karhutla,” ungkap Muhidin.

Tiga kabupaten di Kalsel yang telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla yaitu Kabupaten Tapin, Barito Kuala dan Tanah Bumbu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, sepanjang 2026 terpantau 1.777 titik api yang tersebar di sebagian besar wilayah Kalsel.

Muhidin meminta seluruh kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah kesiapan dini ancaman karhutla di wilayah masing-masing, baik kesiapan peralatan dan personel tenaga kebencanaan. “Sosialisasi terkait bahaya karhutla harus terus digalakkan, terutama larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kita tidak ingin karhutla merugikan masyarakat luas, baik kesehatan maupun lingkungan,” tambah Muhidin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Rakor Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 Provinsi Kalimantan Selatan dihadiri

Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Zainul Arifin, Forkopimda, Bupati/Walikota dan pejabat terkait lainnya.

Sebelum kegiatan rakor juga digelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026. Apel ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur terkait menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang hingga September mendatang.

Muhidin menginstruksikan agar setiap kejadian kebakaran ditangani secepat mungkin sejak munculnya titik api sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Dalam apel tersebut juga dilaksanakan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra, mengatakan langkah pencegahan menjadi fokus utama agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar. Berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari patroli rutin, penguatan personel di kawasan rawan, hingga mengaktifkan 100 Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Upaya pencegahan dilakukan dengan mengaktifkan patroli di daerah-daerah rawan, seperti kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor, Tahura Sultan Adam, dan Kabupaten Tanah Laut yang setiap tahun memiliki tingkat kejadian karhutla cukup tinggi,” ujarnya.

Selain patroli, Dishut Kalsel juga mengaktifkan kembali posko-posko pengendalian karhutla, termasuk memastikan kesiapsiagaan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di kawasan rehabilitasi hutan. Setiap pengelola diminta memiliki posko, personel, serta melakukan patroli secara berkala. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :