BANJARBARU-Cuaca panas dampak El Nino disinyalir telah memicu munculnya titik api (hot spot) hingga terjadinya kebakaran batubara di sejumlah lokasi tambang di Provinsi Kalimantan Selatan.
Hal ini terungkap dalam laporan sejumlah kepala daerah (Bupati) pada
Rapat Koordinator Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/7) di Banjarbaru. Bupati Tapin, Yamani dalam laporannya terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya mengatakan sebagian titik api yang terpantau satelit berasal dari lokasi tambang batubara.
Jumlah titik api yang terpantau sepanjang 2026 di Kabupaten Tapin mencapai 247 titik api. “Titik api muncul tersebar di 12 kecamatan, tetapi sebagian muncul di Kecamatan Lokpaikat yang memiliki banyak tambang batubara. Selain itu kebakaran lahan memang terjadi di beberapa wilayah,” tuturnya.
Senada Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Suriani mengatakan ada tujuh kecamatan di wilayahnya merupakan daerah rawan karhutla. “Terpantau 286 titik api di sejumlah wilayah dan dua diantaranya di Kecamatan Sungai Raya dan Padang Batung yang merupakan daerah pertambangan batubara,” ujarnya.
Sebelumnya pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mengungkapkan sejumlah titik api terpantau berada di wilayah pertambangan batubara di Kalsel. Beberapa waktu lalu, kebakaran areal tambang batubara juga terjadi di wilayah tambang Satui, Tanah Bumbu.
Kepala Polda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan titik api belum bisa disebut kebakaran karena harus dilakukan pengecekan lapangan terlebih dahulu. Pantauan titik api dari sejumlah Satelit menjadi bahan atau data awal untuk langkah penanganan karhutla.
Sepanjang 2026, Polda Kalsel mencatat jumlah sebaran titik api di Kalsel sebanyak 1.671 titik api dengan luas hutan dan lahan terbakar seluas 107,6 hektare dari 44 kali kejadian karhutla.
Kapolda mengingatkan potensi karhutla yang tinggi di Kalsel seiring kondisi cuaca kering dan memasuki puncak kemarau. “Perlu upaya mitigasi serius di lapangan terkait ancaman karhutla ini. Masyarakat kita minta untuk tidak membakar lahan. Peningkatan pengawasan perlu ditingkatkan terutama pencegahan kabut asap di daerah ring satu kawasan Bandara Syamsudin Noor,” kata Kapolda.
Gubernur Kalsel, Muhidin meminta keterlibatan masyarakat dan perusahaan dalam membantu pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan. Termasuk perusahaan pertambangan batubara yang rawan terbakar. “Kita mendapat laporan dari sejumlah bupati tentang titik api yang berasal dari batubara. Ini juga harus kita tangani sedini mungkin,” kata Muhidin. (L03)