Indeks Literasi Kalsel Sangat Rendah

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Kalimantan Selatan berada pada peringkat Sangat Rendah yaitu 25 persen. Pemprov Kalsel mewajibkan ASN meningkatkan kompetensi dan literasi guna beradaptasi dengan kemajuan dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Salah satu upaya peningkatan kompetensi dan literasi ini dengan kerjasama antara Pemprov Kalsel dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel yang mewajibkan ASN menjadi anggota perpustakaan. Para ASN didorong untuk memperbanyak membaca baik secara langsung ke perpustakaan maupun membaca secara digital melalui aplikasi ibook.

“Indeks literasi atau IPLM di Kalsel secara umum masih rendah yaitu baru 25 persen. Namun perkembangan literasi dari tahun ke tahun terus meningkat,” tutur Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, Rabu (28/10).

750 x 100 AD PLACEMENT

Mawarni mengatakan pihaknya terus mendorong penyediaan fasilitas perpustakaan khusus seperti di perkantoran atau rumah ibadah, guna meningkatkan literasi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifudin, usai membuka Orientasi Pegawai PPPK Angkatan I-X di lingkungan Provinsi Kalsel yang digelar di Aula BPSDM Banjarbaru, mengakui masih rendahnya tingkat literasi di kalangan pegawai. “Para pegawai perlu meningkatkan kedisiplinan, kejujuran juga potensi diri dan beradaptasi dengan perkembangan dunia ini selalu meningkat dan dinamis. Karena itu pegawai perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan literasi yang baik,” tuturnya.

Menurut Syarifudin, literasi yang baik akan berpengaruh pada meningkatnya kompetensi dan kinerja pegawai yang bermuara pada peningkatan profesionalisme pelayanan publik. Tantangan literasi ini juga menjadi topik bahasan dalam Aruh Pemuda Kalsel 2026 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :