Banjarbaru — Sebanyak 6.804 galon air zam-zam mulai dipersiapkan untuk didistribusikan kepada jamaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr H Eddy Khairani, mengatakan bahwa setiap jamaah haji nantinya akan menerima masing-masing satu galon air zam-zam berisi lima liter sebagai bagian dari pelayanan setelah kepulangan dari Tanah Suci.
“Air zam-zam sebanyak 6.804 galon saat ini sudah berada di Gudang Asrama Haji dan siap untuk didistribusikan. Untuk wilayah Kalimantan Selatan kami akan antar masing-masing ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten dan Kota dan untuk teknis pembagiannya kami akan serahkan sepenuhnya kepada mereka. Untuk wilayah Kalimantan Tengah, masing-masing kabupaten dan kota akan diambil langsung oleh Kemenhaj kabupaten kota sesuai jumlah jamaah haji yang berangkat,” ujarnya, Senin (25/5/26).
Distribusi air zam-zam ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang sangat dinantikan para jamaah dan keluarga mereka. Air zam-zam bukan sekadar oleh-oleh dari Tanah Suci, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam. Karena itu, proses pendistribusian dilakukan dengan penuh perhatian agar seluruh jamaah mendapatkan hak mereka secara merata dan tepat waktu.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan juga memastikan seluruh galon air zam-zam yang tiba dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai data jumlah jamaah dari masing-masing daerah. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan agar proses pembagian berjalan tertib tanpa menimbulkan kendala di lapangan.
Langkah distribusi langsung ke daerah-daerah dinilai mampu mempermudah jamaah, terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah jauh dan pelosok. Dengan pola distribusi ini, jamaah tidak perlu datang ke ibu kota provinsi untuk mengambil air zam-zam mereka. Selain menghemat waktu dan biaya, sistem tersebut juga dianggap lebih efektif dalam menjaga ketertiban penyaluran.
Terkait persiapan operasional haji fase II kepulangan jamaah, Embarkasi Haji Banjarmasin juga telah melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri seluruh PPIH Embarkasi Banjarmasin, Kemenhaj kabupaten/kota, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, pemerintah daerah melalui bagian Kesra Setdakab/Setdako, serta seluruh pihak terkait dalam proses pemulangan jamaah haji. Dari hasil rapat tersebut disimpulkan bahwa seluruh persiapan operasional pemulangan jamaah dinyatakan siap.
“Dari hasil rapat koordinasi kemarin bahwa untuk teknis pemulangan jamaah dari penyambutan hingga proses jamaah pulang ke daerah masing-masing tetap akan diatur sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yaitu pemerintah daerah dan Kemenhaj akan memfasilitasi transportasi hingga ke daerah asal dan diturunkan di tempat yang telah pemerintah daerah tentukan guna dilaksanakan acara penyambutan oleh masing-masing kepala daerah,” tegas Eddy Khairani.
Ia juga menjelaskan bahwa koper besar dan kursi roda milik jamaah yang dibawa dari Tanah Suci akan diangkut dan dibagikan langsung di pusat penerimaan jamaah haji masing-masing daerah.
“Semua akan dibagikan di daerah tempat mereka diterima oleh kepala daerah saat kedatangan,” tuturnya.
Terkait keinginan keluarga jamaah untuk menjemput langsung ke Asrama Haji, Eddy Khairani menyarankan agar keluarga cukup menunggu di titik penerimaan jamaah di daerah masing-masing.
“Sistem ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan dinilai sangat efektif untuk menghindari konsentrasi orang banyak di Asrama Haji. Bukan hanya itu, dampak kerumunan orang banyak selain mengganggu aktivitas jalan raya di depan asrama juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keluarga dan jamaah itu sendiri karena sering berdesakan untuk bersalaman,” pungkasnya.(L03)