BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan di wilayah tersebut hingga akhir November 2026. Perpanjangan status Siaga Darurat ini menyusul kondisi Karhutla dan kabut asap yang masih terjadi dan perkiraan mundurnya musim penghujan hingga pekan ketiga November dari BMKG.
“Pemprov Kalsel telah menetapkan perpanjangan status siaga darurat Karhutla dan kekeringan. Sedianya status ini berakhir pada 31 Oktober, tetapi karena berbagai pertimbangan kita perpanjang satu bulan hingga akhir November mendatang,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Rabu (28/10), di sela-sela Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Banjarbaru.
Ronny mengatakan perpanjangan status ini atas pertimbangan kondisi Karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Serta perkiraan musim kemarau yang masih berlangsung hingga akhir November 2026 dari BMKG. Di sisi lain tiga kabupaten yang sebelumnya berstatus Tanggap Darurat yaitu Tapin, Banjar dan Barito Kuala telah menurunkan status menjadi Siaga Darurat.
Lebih jauh Ronny menambahkan turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir imbas kegiatan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar BNPB bersama TNI AU dan BMKG cukup berhasil menurunkan intensitas Karhutla dan kabut asap di Kalsel. “Luas Karhutla dan titik api jauh berkurang. Ini sangat membantu upaya pemadaman kita di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan OMC di wilayah Kalsel ini merupakan yang ke empat dilakukan setelah Juli, September dua kali dan Oktober. OMC ke empat ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Oktober. “Saat ini potensi awan hujan cukup meningkat terutama di wilayah utara dan Kotabaru sehingga OMC dapat berhasil,” kata Ronny.
Meski demikian dirinya mengakui Karhutla dan kabut asap masih melanda sejumlah wilayah Kalsel. Terkait hal ini upaya pemadaman Karhutla terus dilakukan baik tim Satgas darat maupun udara atau water bombing.
Senada Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra mengakui turunnya hujan dalam tiga hari terakhir mampu mengurangi titik api dan kebakaran di areal kawasan hutan, termasuk kawasan hutan lindung Liang Anggang dan Tahura Sultan Adam. (L03)