Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Ribuan Masker Dibagikan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

 

BANJARBARU+Tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status Siaga Darurat seiring semakin meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut. Ribuan masker dibagikan kepada masyarakat guna mengantisipasi gangguan kesehatan, dampak kabut asap akibat Karhutla.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Tujuh daerah yang kini berstatus Siaga Darurat Karhutla meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Utara. “Sudah tujuh daerah yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Terbaru adalah Hulu Sungai Utara, karena memang belakangan marak kejadian di sana,” ungkap Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Jumat (21/8).

 

Diakuinya Karhutla telah menyebabkan serangan kabut asap di sejumlah wilayah dan daerah terparah adalah Kota Banjarbaru dan perbatasan Tanah Laut dan Banjar. “Saat ini semua sumber daya kita kerahkan untuk mengatasi karhutla termasuk melibatkan pihak swasta lintas sektor seperti perkebunan, pertambangan, kehutanan khususnya di daerah ring satu Bandara Syamsudin Noor,” tutur Ronny di sela-sela kegiatan pembagian masker kepada masyarakat.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Pantauan Media, kabut asap tebal masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalsel, terutama pagi hari menjelang siang. Guna mengantisipasi gangguan kesehatan, dampak kabut asap akibat Karhutla ini, sejumlah SKPD di Kalsel membagikan ribuan masker kepada masyarakat pengguna jalan.

 

Pembagian masker berlangsung di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani dan Trikora di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. “Harapan kami dengan adanya pembagian masker gratis ini dapat membantu masyarakat mengurangi dampak kabut asap yang beberapa hari terakhir cukup parah,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BPBD Kalsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Masyarakat diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dan jarak pandang memburuk.

 

Pada bagian lain, Kamis (20/8) petang mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banjarmasin, melakukan aksi demo sebagai sikap protes dan kekecewaan mahasiswa atas kinerja pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla di depan Gedung DPRD Kalsel. Dalam pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Kalsel dan pemangku kepentingan mahasiswa menilai jawaban yang disampaikan masih normatif dan belum menunjukkan langkah konkret untuk menangani karhutla yang meluas serta berdampak terhadap masyarakat.

 

Ketua BEM Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (Stisha) Banjarmasin, Rizky, menegaskan pihaknya tidak puas dengan respons yang disampaikan wakil rakyat dan Pemda dalam pertemuan tersebut. Mahasiswa meminta langkah konkret disertai tenggat waktu terkait penanganan Karhutla di Kalsel. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :