Pemadaman Bergilir Gubernur Kalsel Panggil Manajemen PLN

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARMASIN-Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin telah memanggil dan bertemu manajemen PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, guna mengklarifikasi kondisi krisis energi dan pemadaman bergilir yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Debit air Waduk Riam Kanan menurun, operasional PLTA Ir PM Noor terganggu.

 

“Kita telah memanggil dan mendapat penjelasan langsung dari GM PLN wilayah Kalsel-Kalteng, Pak Iwan, kemarin terkait kondisi pemadaman bergilir ini,” kata Muhidin. Dari penjelasan pihak PLN diketahui pemadaman bergilir terpaksa dilakukan akibat adanya perbaikan mesin pembangkit pada PLTGU Bangkanai, Barito Utara, Kalimantan Tengah.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

PLTGU Bangkanai merupakan salah satu pemasok energi listrik utama pada sistem kelistrikan Kalsel, Kalteng dan Kaltim. “Sejatinya kondisi pembangkit (PLTU) di Kalsel aman-aman saja. Namun karena sistemnya terkoneksi sehingga mengganggu pasokan listrik keseluruhan, sehingga dilakukan pemadaman bergilir,” kata Muhidin.

 

PLN juga melaporkan kondisi penurunan debit waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar akibat kemarau, yang dapat mengganggu operasional PLTA Ir PM Noor berkapasitas 30 megawatt. “Kita harapkan beberapa hari ke depan pasokan listrik kembali normal dan masyarakat hendaknya bersabar,” ujar Muhidin.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Krisis energi listrik yang terjadi di sejumlah wilayah ini, tidak hanya berdampak pada sektor UMKM dan aktivitas masyarakat. Tetapi juga memicu rawan kebakaran perumahan.

 

Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani, dalam kegiatan rapat koordinasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (6/7) mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir marak terjadi kebakaran permukiman di wilayahnya. Salah satu penyebabnya adalah konsleting listrik.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

“Belum ada titik api atau kebakaran hutan dan lahan, namun hampir setiap hari terjadi kebakaran permukiman di wilayah kami, bahkan menelan korban jiwa. Salah satu penyebabnya adalah konsleting listrik,” ungkap Sahrujani. Dirinya juga mengklaim anggaran bantuan sosial kabupaten untuk warga korban bencana sudah menipis dan meminta dukungan dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :