
BANJARBARU-UMKM dan Ekonomi Kreatif diharapkan dapat memanfaatkan momen Piala Dunia sepak bola FIFA 2026 yang merupakan pesta terbesar cabang olahraga paling populer di dunia. Di Kalimantan Selatan momen piala dunia disemarakkan kegiatan nonton bareng di berbagai lokasi dan ruang publik di 13 kabupaten/kota.
Walau dinilai kurang greget, namun ajang Piala Dunia FIFA 2026 diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, cukup mendapat antusias masyarakat penggemar sepak bola, termasuk di Kalsel. Nobar piala dunia digelar di banyak lokasi mulai dari halaman TVRI, alun-alun, ruang publik, hingga markas Polda, Polres dan Polsek.
Di Kota Banjarbaru, nobar piala dunia didukung Pemerintah Kota setempat. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menilai euforia Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mempererat kebersamaan warga.
Menurutnya, kegiatan nobar mampu menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor usaha, mulai dari pedagang kaki lima, pelaku UMKM, usaha kuliner, hingga ekonomi kreatif yang memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan sepak bola.
“Manfaatkan momentum nonton bareng Piala Dunia untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, menggerakkan UMKM, meningkatkan penjualan kuliner dan produk kreatif, menghidupkan ruang-ruang publik, menjaga kebersamaan, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Lisa, Kamis (18/6).
Salah satu lokasi nobar adalah Lapangan Murjani yang merupakan alun-alun kota dan kawasan pusat kuliner. Sementara nobar di halaman TVRI Kalsel di Kota Banjarmasin, juga cukup ramai dihadiri penonton masyarakat sekitar.
“Ada lima UMKM yang ikut menyemarakkan nobar di TVRI, khususnya kuliner jajanan dan kopi. Saat ini masih babak penyisihan, kita yakin pada fase knock out hingga partai final nanti penonton akan semakin banyak. Ini tentu akan membantu UMKM,” kata Rasydi, salah seorang karyawan TVRI Kalsel.
Sedangkan RRI Banjarmasin, membantu siaran untuk para penikmat radio dengan siaran audio pandangan mata yang khas. Siaran khas radio juga dinilai memiliki segmen atau basis pendengar yang masih cukup banyak. (L03)