Sekolah Rakyat Banjarbaru Kekurangan Siswa

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 mendatang, Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan masih kekurangan calon siswa di berbagai jenjang SD, SMP hingga SMA.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Di Kota Banjarbaru, pemerintah daerah setempat menerjunkan Camat dan Lurah untuk membantu mencari calon siswa yang ingin bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru. Data terakhir, sekolah yang masih dalam tahap penyelesaian tersebut kekurangan siswa di seluruh jenjang pendidikan meliputi jenjang SD kekurangan 18 siswa, SMP kurang 28 siswa dan SMA kurang 25 siswa.

 

Kepala Sentra Budi Luhur, Radna Dewi Sartika, memaparkan bahwa kuota yang disediakan untuk SRT 2 mencakup 60 siswa untuk jenjang SD yang dibagi menjadi 2 rombongan belajar (rombel). “Kemudian 120 siswa untuk jenjang SMP, dan 90 siswa untuk jenjang SMA. Namun, untuk sekarang jumlah itu masih kurang dan masih dicari, masih diseleksi kembali untuk calon siswa yang kurang,” ujar Radna.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dirinya menegaskan bahwa proses penjaringan saat ini terus digenjot dan difokuskan khusus bagi warga Kota Banjarbaru, mengingat peruntukan utama Sekolah Rakyat ini memang diprioritaskan untuk masyarakat setempat.

 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Ahmad Farhani, mengungkapkan di Kalsel ada tiga SR terintegrasi yang akan beroperasi yaitu di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru. Masing-masing sekolah akan menerima 210 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA sehingga total 810 siswa. “Para calon siswa ini merupakan hasil penjangkauan dan verifikasi lapangan petugas PKH dan instansi terkait,” ujarnya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara, SR rintisan di Kalsel beroperasi sejak 2025 lalu dengan jumlah 325 siswa yang ditampung di BBPPKS, BLK dan Balai Budi Luhur, kesemuanya ada di Banjarbaru. Ketiga sekolah ini tidak lagi menerima siswa baru. “Kami tidak menerima siswa baru dan hanya melanjutkan untuk siswa yang sudah ada sebelumnya,” kata Rifki, Kepala Sekolah Rakyat rintisan di BBPPKS Kalsel, Minggu (19/7).

 

Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Nandrita berharap SR mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kalsel. “Saat ini masih ada 64 ribu anak yang putus sekolah. Ke depan kita juga berharap adanya intervensi pemda lewat program atau terobosan lainnya sehingga semua anak dapat kesempatan bersekolah,” ujar Galuh yang juga mantan Kadisdik Kalsel. Pemerintah menargetkan pembangunan SR di seluruh daerah atau 13 kabupaten/kota hingga 2029 mendatang. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :