BANJARBARU-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Selatan hingga kini terus terjadi dan diakui sulit diatasi. Pemerintah akan membangun sejumlah sekat kanal dan sumur bor sebagai solusi jangka panjang pembasahan gambut di kawasan hidrologi gambut Maluka, sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru.
Karhutla di kawasan ring satu area sekitar bandara Kota Banjarbaru yang didominasi lahan gambut terus terjadi, meski berbagai upaya telah dilakukan Satgas Karhutla melibatkan banyak unsur seperti BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, ASN dan relawan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq, saat memimpin rapat terbatas evaluasi penanganan Karhutla, Sabtu (19/9) petang mengakui berbagai upaya pemadaman di lahan gambut ring satu Bandara Syamsuddin Noor telah dilakukan, namun belum mampu memadamkan api secara maksimal. “Hingga kini sebagian kawasan gambut masih terus terbakar, seperti kawasan Guntung Damar dan Pengayuan, kecuali areal hutan lindung Liang Anggang yang cukup bisa dikendalikan,” tuturnya.
Kondisi gambut yang sudah mengalami kerusakan parah akibat buruknya tata air dan kebakaran berulang menjadi faktor utama sulitnya pemadaman. Untuk itu, pemerintah bersama dunia usaha akan membuat langkah jangka panjang untuk mencegah karhutla kembali di kawasan ring satu yang sudah terbakar ribuan hektare tersebut.
“Perlu ada solusi jangka panjang, jika tidak maka kita akan menghadapi bencana berulang karhutla saat kemarau dan banjir saat musim hujan,” tegasnya. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembenahan tata kelola air gambut agar kawasan tetap memiliki cadangan air dan tidak mengering saat musim kemarau. Melalui pembangunan sekat kanal dan sumur bor.
Pembangunan sekat kanal dan empat sumur bor besar mulai dibangun zona Hutan Lindung Liang Anggang seluas 953 hektare, melalui anggaran yang dibantu Kementerian PU sebesar Rp9,4 miliar. Sementara Pemprov Kalsel membangun kanal blocking untuk melindungi kawasan tersebut.
Strategi serupa akan dilakukan pada zona Guntung Damar dan Pengayuan yang mayoritas lahannya merupakan APL dan lahan masyarakat. Hanif menyebut, untuk membangun sekat kanal dan sumur di Guntung Damar ia telah mengusulkan dana hampir Rp10 miliar ke Kementerian PU agar bisa dilaksanakan akhir 2026. Sedangkan untuk zona Pengayuan direncanakan akan dilaksanakan pada 2027.
Pantauan Media, Karhutla di sejumlah wilayah Kalsel terus berlangsung dan semakin mengancam kawasan lahan pertanian bahkan areal permukiman penduduk. Kondisi kekeringan menyebabkan sumber air untuk memadamkan api semakin sulit dilakukan. (L03)