BANJARBARU-Sebanyak 348 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi dan 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan, mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun 2026. Pembentukan Komcad dari unsur ASN bukan untuk militerisme tetapi
dipersiapkan apabila suatu saat negara menghadapi ancaman, dapat dilibatkan bersama komponen pertahanan lain sebagai tanggung jawab dalam menjaga keutuhan NKRI.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Totok Imam Santoso, dalam arahannya saat Upacara Pembukaan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Matra Darat ASN Pemprov Kalsel Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/TB Banjarbaru, Senin (2/11), mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan program Kementerian Pertahanan untuk membentuk dan mempersiapkan komponen cadangan dari unsur ASN. Sebanyak 348 peserta mengikuti pelatihan yang akan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan.
“Program dari Kementerian Pertahanan untuk melatih Komcad ASN di Kalsel diikuti 348 orang. Pelatihan Komcad ini akan dilaksanakan secara bertahap dan terus berkembang, bergantung pada kondisi serta dukungan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan kemiliteran, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, moral, perilaku, pola pikir, dan kedisiplinan peserta. Pembekalan tersebut diharapkan mampu membentuk ASN yang memiliki jiwa patriotisme serta kesadaran terhadap tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Komcad juga dapat berperan dalam mendukung operasi militer selain perang ketika negara berada dalam situasi damai. Oleh karena itu, nilai-nilai bela negara perlu ditanamkan sebagai bagian dari tanggung jawab seluruh warga negara sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
“Keselamatan, keutuhan, serta kekokohan negara merupakan tanggung jawab kita semua sesuai dengan profesi masing-masing. Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, para ASN dapat kembali ke instansinya dan menjadi teladan bagi rekan kerja dalam menunjukkan perilaku sebagai seorang patriot sejati,” tambahnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat kesadaran bela negara.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama kabupaten/kota se-Kalsel mendukung penuh program atau Asta Cita Presiden Indonesia. Persoalan kesadaran bela negara juga telah masuk dalam RPJMD masing-masing pemerintah daerah,” tutur Galuh.
Pertahanan dan keamanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, melainkan seluruh lapisan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, pelibatan ASN dalam pelatihan Komcad menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan pemerintahan. (L03)