Pemuda Kalsel Kampanyekan Perlindungan Sungai dan Pesisir

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Kelompok pemuda Kalimantan Selatan yang mengatasnamakan diri Extinction Rebellion Indonesia (XR Indonesia), menyerukan perlindungan dan penyelamatan sungai dan kawasan pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Aksi kampanye lingkungan ini digelar di kawasan Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, ikon pariwisata Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu. Aksi dilakukan melibatkan masyarakat yang sehari-hari menggantungkan kehidupan pada sungai ini, dalam rangka memperingati Hari Sungai serta mengangkat pentingnya perlindungan ekosistem mangrove, pesisir.

 

Dengan menggunakan perahu-perahu tradisional (jukung) sebagai ruang kampanye, para peserta menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga sungai, mengurangi pencemaran, melindungi ekosistem pesisir, serta menyelamatkan mangrove sebagai benteng alami menghadapi ancaman perubahan iklim.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Aksi kampanye di tengah aktivitas pasar terapung dengan membentang berbagai poster tentang penyelamatan sungai, pesisir hingga pegunungan Meratus. “Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sungai bukan sekadar aliran air, tetapi merupakan ruang hidup, sumber penghidupan, jalur transportasi, ruang perdagangan, sumber pangan, sekaligus bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Wira surya wibawa, Koordinator Extinction Rebellion Indonesia, Senin (3/8).

 

Pasar Terapung Lok Baintan menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana sungai memiliki hubungan yang begitu erat dengan kehidupan masyarakat. Di atas sungai, masyarakat melakukan aktivitas perdagangan dan membawa hasil bumi untuk diperjualbelikan. Sungai menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai tempat.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Namun, keberlangsungan kehidupan tersebut menghadapi ancaman yang semakin nyata. Sampah, limbah, pencemaran air, kerusakan ekosistem, serta berbagai bentuk eksploitasi lingkungan dapat mengancam keberadaan sungai dan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

 

Pihaknya juga menegaskan bahwa perlindungan sungai tidak dapat dipisahkan dari perlindungan ekosistem pesisir dan mangrove. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai jenis biota, membantu melindungi garis pantai, serta menjadi salah satu benteng alami masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.

 

“Ketika mangrove terus mengalami kerusakan, maka ancaman terhadap masyarakat pesisir juga semakin besar. Karena itu, menjaga sungai dari hulu hingga hilir harus menjadi tanggung jawab bersama. Kerusakan di wilayah hulu dapat berdampak pada wilayah tengah dan hilir. Pencemaran sungai pada akhirnya dapat bermuara ke kawasan pesisir dan laut,” tegas Wira.

 

Sungai yang sehat membutuhkan ekosistem yang sehat. Pesisir yang kuat membutuhkan mangrove yang terjaga. Dan masyarakat yang aman membutuhkan lingkungan yang dilindungi. Masyarakat berhak mendapatkan sungai yang bersih, lingkungan yang sehat, pesisir yang aman, dan ruang hidup yang berkelanjutan. Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak boleh dikorbankan atas nama pembangunan dan kepentingan ekonomi jangka pendek. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :