Mengemas Filosofi Dayak dalam Gaya Hidup Modern

750 x 100 AD PLACEMENT

Palangka Raya – Kerajinan etnik Dayak Jawet Suring di Jalan Kakap I, Kelurahan Bukit Tunggal, terus berkembang sebagai salah satu UMKM unggulan di Kota Palangka Raya. Usaha yang dirintis Soleo Candra (45) selama tujuh tahun ini tak hanya menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga mengangkat nilai budaya Dayak Kalimantan Tengah ke panggung yang lebih luas.

Di rumah produksinya, Soleo tampak telaten mengerjakan detail motif Batang Garing yang merupakan simbol pohon kehidupan dalam filosofi masyarakat Dayak. Baginya, setiap produk yang dihasilkan bukan sekadar aksesori, melainkan sarat makna dan nilai spiritual.

“Ini simbol hubungan kita dengan Sang Pencipta. Saat dipakai, kita membawa filosofi hidup masyarakat Dayak,”katanya, Jumat (17/4/2026).

Produk Jawet Suring dikenal berkualitas tinggi karena menggunakan bahan baku pilihan, seperti kulit kayu nyamuk (kapua) yang kuat dan tahan lama. Proses seleksi bahan dilakukan secara ketat demi memastikan hasil yang awet serta memiliki nilai estetika tinggi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Seiring perkembangan zaman, Soleo juga berinovasi dalam desain agar produk etnik Dayak semakin diminati, khususnya oleh generasi muda. Salah satunya dengan menyederhanakan desain aksesori seperti sumping (ikat kepala perempuan Dayak) agar lebih praktis dan fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan.

“Sekarang, desainnya lebih simpel, bisa dipakai ke acara formal maupun santai, tapi tetap mempertahankan identitas Dayak,” katanya.

Beragam produk yang dihasilkan antara lain baju Sangkarut, Lawung, Sumping, Sangkirai, serta berbagai aksesori berbahan kulit kayu dan rotan. Produk tersebut dipasarkan melalui pameran, media sosial, hingga gerai Dekranasda serta toko pernak-pernik khas Dayak, dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp2,7 juta, tergantung bahan dan tingkat kesulitan.

Dengan proses produksi yang masih dikerjakan secara manual, Soleo hanya mampu menghasilkan sekitar tujuh set lengkap setiap bulan. Keterbatasan ini justru menjadikan produknya eksklusif dan bernilai koleksi tinggi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kini, karya Jawet Suring telah digunakan berbagai kalangan, mulai dari anak muda, tokoh adat, hingga pejabat. Ke depan, Soleo berharap produk etnik Dayak dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

“Harapan saya, budaya Dayak tidak hanya hadir saat acara adat, tetapi juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Keberhasilan Jawet Suring menjadi bukti bahwa UMKM berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar untuk berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi yang menjanjikan melalui inovasi dan pelestarian budaya.{{L03}}

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :