KPH Hulu Sungai Hanya Dibekali Anggaran Karhutla Rp10 Juta Pertahun

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

KANDANGAN-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap terus melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, meski hujan beberapa kali imbas operasi modifikasi cuaca (OMC). Di daerah upaya penanganan Karhutla menghadapi kendala serius akibat minimnya peralatan, personil hingga anggaran.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Salah satunya dialami Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai di Kalimantan Selatan. KPH yang membawahi pengawasan dan perlindungan hutan di tiga wilayah kabupaten tersebut hanya dibekali anggaran Karhutla sebesar Rp10 juta pertahun.

 

“Anggaran kami boleh dibilang tidak ada hanya Rp10 juta untuk penanganan Karhutla, mulai dari sosialisasi hingga operasional pemadaman. Jumlah personil lapangan kami hanya delapan orang untuk mengawasi tiga kabupaten. Demikian juga peralatan pemadaman jauh dari kondisi ideal,” ungkap Kepala Seksi Perlindungan Hutan, KPH Hulu Sungai, Edy Muryadi, Selasa (29/9).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tiga kabupaten yang menjadi kewenangan KPH Hulu Sungai meliputi Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, dengan luas kawasan hutan seluas 129 ribu hektar. Kawasan ini juga mencakup areal lahan gambut hingga Pegunungan Meratus. Saat ini tiga wilayah ini mengalami Karhutla dan kabut asap cukup parah dalam beberapa waktu terakhir.

 

Terkini adalah terbakarnya kawasan salah satu geosite Geopark Meratus yaitu Gunung Batu Laki di Loksado, Hulu Sungai Selatan. Data yang dimiliki KPH Hulu Sungai mencatat hingga pekan ke empat September 2026, terjadi 551 kali kejadian Karhutla dengan luasan mencapai 3.369 hektare.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kondisi serupa juga dialami KPH Balangan yang membawahi dua kabupaten yaitu Balangan dan Hulu Sungai Utara. Di dua wilayah yang diawasi KPH Balangan terjadi 159 kali Karhutla dengan luasan 711 hektare.

 

Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra dalam laporannya di depan Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Suharyanto mengatakan Karhutla terus mengancam kawasan hutan di wilayah sejumlah KPH seperti KPH Kayu Tangi, KPH Hulu Sungai, KPH Balangan, termasuk kawasan Tahura Sultan Adam dan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :