Kota Banjarbaru Dikepung Asap ISPA Meningkat

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Kota Banjarbaru, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan terus dikepung kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Banjarbaru menghimbau warga untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan guna mencegah paparan asap serta serangan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan pneumonia.

 

“Kota Banjarbaru mengalami darurat asap dan kualitas udara menurun. Namun dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur normal,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan (PHPL) Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya Abdur, Minggu (25/7).

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Terkait kabut asap ini Pemko Banjarbaru telah menerbitkan himbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga imun, guna mencegah paparan asap dan gangguan kesehatan seperti ISPA dan pneumonia.

 

Di Banjarbaru sepanjang Juni dan Juli terjadi lonjakan ISPA dan pneumonia. Data RSUD Idaman Banjarbaru pada bulan Juni 2026 tercatat ada 174 kasus ISPA dan 115 kasus pneumonia. Sedangkan hingga 20 Juli 2026 tercatat 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Humas RSUD Idaman Banjarbaru, Muhammad Abrar mengakui kondisi kemarau kering ditambah kabut asap mengakibatkan meningkatnya kasus ISPA maupun pneumonia. Karena itu pihaknya mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat di luar rumah dan perbanyak minum air putih.

 

Stasiun Klimatologi Kalsel melaporkan

750 x 100 AD PLACEMENT

konsentrasi kualitas PM 2.5 atau kualitas udara secara umum berada pada kategori Baik hingga Sedang dengan konsentrasi rata-rata sebesar 18.5 µgram/m3. Konsentrasi tertinggi sebesar 60.2 µgram/m3 pada pagi hari jam 08.00 wita dengan kategori Tidak sehat terutama di Kota Banjarbaru.

 

Pada bagian lain, Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan situasi karhutla yang terus terjadi di berbagai wilayah Kalsel seperti Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut. Wilayah terparah karhutla terjadi di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya serta area ring satu Bandara Syamsudin Noor. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :