Konflik Jaksa-Polisi Perlihatkan Wajah Buruk Penegakan Hukum

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARMASIN-Ketegangan antara Kejaksaan Agung dan Polri terkait penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersangka oleh Polri, serta pengalihan penanganan tiga perkara dugaan korupsi ke Kejagung yang memicu banyak sorotan publik. Konflik Kejaksaan dan Polri ini memperlihatkan sisi wajah buruk penegakan hukum di tanah air.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pemerhati masalah hukum, sosial dan politik di Kalsel, Nurhalis Majid, Rabu (15/7) mengatakan semestinya proses hukum tidak boleh diselesaikan dengan perundingan dan perdamaian, tetapi harus diselesaikan menggunakan proses dan aturan hukum. “Sehingga diketahui benar dan salahnya, sehingga dapat menjadi pembelajaran untuk perbaikan. Kalau kemudian diselesaikan di luar mekanisme hukum, maka tidak ada pembelajaran apapun, selain memperlihatkan wajah buruk penegakan hukum itu sendiri,” tegas Majid.

 

Hal ini juga dinilai sebagai sesuatu yang miris dan semakin memperburuk citra dan kepercayaan masyarakat terhadap dua institusi penegakan hukum tersebut.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pada bagian lain konflik Jaksa-Polri ini diklaim tidak berimbas ke daerah. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Polda dan Kejaksaan Tinggi menggelar pertemuan coffee morning bersama yang dihadiri jajaran Pemprov dan Forkopimda Kalsel, Rabu (15/7) di Banjarmasin. Dua institusi penegak hukum ini menegaskan bahwa mereka solid dan sepakat untuk bersinergi demi mengawal program pemerintah.

 

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan mengatakan di daerah hubungan Polri dan Kejaksaan terjalin dengan baik hingga kabupaten/kota. “Dan bagaimana kami bersinergi melayani masyarakat, mengelola situasi Kamtibmas yang ada di Kalimantan Selatan dan sampai saat ini cukuf kondusif. Hubungan kita cukup solid. Forum seperti ini yang juga melibatkan Forkopimda harus lebih kita tingkatkan lagi,” tegas Yudha.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Senada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto, forum kebersamaan antar Forkopimda ini diharapkan dapat berlanjut sebagai wadah mengkomunikasikan hal-hal yang perlu kita bahas bersama dalam rangka mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan. “Sinergi antar Forkopimda selama ini sudah berjalan dengan baik dan akan lebih kita tingkatkan,” ujarnya. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :