Karhutla Kawasan Ring Satu Syamsudin Noor Berhasil Dikendalikan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Setelah berjuang keras dengan mengerahkan semua sumber daya, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru di Kalimantan Selatan dinilai cukup terkendali. Upaya pembasahan lahan gambut dan pembangunan kanal blocking telah berhasil mengendalikan kebakaran di dalam kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.

 

Sabtu (12/9), Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq melakukan pengecekan langsung kegiatan pembasahan lahan gambut dan ketersediaan sumber air. “Kita me-review pelaksanaan penanganan Karhutla hampir 20 hari terakhir di kawasan ring satu bandara dan kita simpulkan, karhutla cukup terkendali hingga 80 persen. Memang kebakaran dan kabut asap masih terjadi tetapi sudah jauh berkurang,” ungkapnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi penanganan Karhutla melalui pembasahan lahan gambut dan pembangunan kanal blocking di sekeliling kawasan prioritas penanganan. Penanganan Karhutla di area ring satu sekitar bandara Syamsudin Noor dibagi dalam tiga zona utama, yakni kawasan Guntung Damar dan Hutan Lindung Liang Anggang yang masih memiliki sumber air berupa embung, kanal dan saluran irigasi Riam Kanan, penanganannya menggunakan strategi pembasahan dan pemadaman dengan pompa air, juga water bombing.

 

Ratusan pompa air diaktifkan dengan memanfaatkan sumber air irigasi Riam Kanan yang dialirkan ke kanal-kanal. Termasuk menjebol embung Jokowi untuk pembasahan kawasan lahan gambut. Sedangkan untuk zona Pengayuan Landasan Ulin yang tidak memiliki sumber air, pemadaman mengandalkan pengerahan mobil tangki dan water bombing.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Hanif menambahkan pembangunan kanal blocking juga dilakukan di kawasan rawan terbakar Guntung Damar sepanjang puluhan kilometer. Pembangunan kanal blocking ini mendapat dukungan Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PU sebesar Rp9 miliar, termasuk pembangunan empat sumur bor.

 

Wamenko juga menekankan pentingnya mitigasi bencana karhutla yang terjadi setiap tahun. Dimana kondisi gambut sudah cukup rusak dan akan berulang. Penggunaan larutan Surfaktan menjadi penting, ditengah sumber air yang semakin terbatas. “Pengerahan satgas darat secara masif sangat penting dan lebih efektif,” tegas Hanif, saat memimpin Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla Kalsel.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Senada Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra, penanggungjawab posko Karhutla Hutan Lindung Liang Anggang mengatakan penanganan kebakaran di kawasan hutan lindung Liang Anggang seluas 953 hektare berhasil dikendalikan, melalui pembasahan lahan menggunakan pompa air dan pembangunan kanal blocking. “Saat ini kebakaran masih terjadi di wilayah di luar kawasan hutan lindung,” tegasnya.

 

Kepala BWS III Kalimantan, Sandi Erryanto mengatakan pihaknya tengah merumuskan penataan pola pembasahan lahan gambut, pembangunan empat sumur bor, pembenahan salur air (drainase) dan embung/kolam regulasi guna membantu penanganan karhutla di kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

 

Data BPBD Kalsel mencatat kondisi karhutla di Kalsel masih menjadi perhatian, seiring tingginya frekuensi kejadian dan luas wilayah terdampak. Dalam periode 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat 2.963 kali kejadian karhutla dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai lebih 20 ribu hektare. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :