Aksi Kebersihan Kumpulkan Dua Ton Sampah

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARMASIN-Sampah masih memenuhi sepanjang ruas jalan utama Ahmad Yani (Trans Kalimantan) di Kalimantan Selatan. Gerakan Indonesia ASRI berupa aksi bersih-bersih dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia berhasil mengumpulkan dua ton sampah di Jalan A Yani perbatasan Kota Banjarmasin-Kabupaten Banjar.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sabtu (6/6) aksi bersih-bersih sampah digelar ratusan pegawai Dinas Lingkungan Hidup Pemko Banjarmasin, Pemkab Banjar dan Provinsi Kalsel. Aksi yang diikuti ratusan pegawai ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik mencapai 129 kantong besar atau hampir dua ton.

 

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini kita laksanakan dengan kegiatan bersih-bersih sampah di jalan protokol Ahmad Yani dan berhasil mengumpulkan sampah hampir dua ton,” ungkap Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Noor Yaumil, di sela-sela kegiatan nasional peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimana di Kalsel dipusatkan di kawasan RTH Citraland Banjarmasin.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Subhan menyoroti kondisi tumpukan sampah yang banyak baik di ruas jalan dan berbagai lokasi ini, dirinya meminta keseriusan Pemda di Kalsel untuk mengatasi timbulan sampah mulai dari pemilahan sampah rumah tangga. Terkait hal ini Pemprov Kalsel melalui Dinas LH, memberikan bantuan sarana persampahan berupa kendaraan pengangkut sampah dan komposter kepada Pemko Banjarmasin dan Pemkab Banjar. Bantuan ini diterima langsung Walikota Banjarmasin, M Yamin dan Sekda Banjar, Yudi Andrea.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengakui penanganan sampah di Kalsel belum signifikan. “Hampir sama dengan daerah-daerah lainnya penanganan sampah di Kalsel juga belum signifikan, tetapi kita terus berupaya mendorong keterlibatan semua pihak,” ungkapnya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Di sisi lain Pemprov Kalsel masih menunggu kepastian pemerintah pusat terkait rencana pembangunan instalasi pengelolah sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL). Sebelumnya

tiga daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar mencanangkan pembangunan instalasi pengelolah sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL) Banjarmasin Raya sebagai komitmen penanganan sampah perkotaan dan krisis TPA di wilayah tersebut.

 

Pembangunan PSEL Aglomerasi Banjarmasin Raya sebagai solusi konkret krisis pengelolaan sampah perkotaan. Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, timbulan sampah di wilayah Banjarmasin Raya mencapai 945 ton per hari, terdiri dari Kota Banjarmasin 491 ton/hari, Kabupaten Banjar 354 ton/hari, dan Kabupaten Barito Kuala 100 ton/hari. Melalui pembangunan PSEL, direncanakan kapasitas pengolahan sebesar 535 ton per hari, dengan komposisi 415

ton/hari dari Kota Banjarmasin, 70 ton/hari dari Kabupaten Barito Kuala, dan 50 ton/hari dari Kabupaten Banjar.

Pembangunan PSEL ini menjadi krusial mengingat kondisi sejumlah TPA di wilayah tersebut. TPA Basirih dan TPA Tabing Rimbah telah ditutup, sementara TPA Cahaya Kencana dan TPA Regional Banjarbakula menghadapi keterbatasan kapasitas serta persoalan operasional, termasuk praktik open dumping. (L03)

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :