BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memfasilitasi pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat sebagai bagian dukungan perkuatan pertahanan wilayah. Biaya pembangunan Kodam Lambung Mangkurat mencapai Rp280 miliar.
Pembangunan markas Kodam ditandai dengan pemancangan tiang pertama di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (5/5). Prosesi groundbreaking dilakukan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, didampingi Gubernur Kalsel, Muhidin dan jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta para bupati dan wali kota se-Kalsel.
Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menegaskan, pembangunan Kodam bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan. “Kehadiran Kodam ini akan memperpendek rentang kendali, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta mempercepat respons terhadap berbagai situasi di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kekuatan rakyat. Semangat juang masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan, menjadi faktor penting yang membuat Indonesia disegani.
Gubernur Kalsel, Muhidin menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah. Pembangunan Kodam Lambung Mangkurat dinilai menjadi simbol penguatan kehadiran negara sekaligus peningkatan sistem pertahanan di daerah. “Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi. Dengan hadirnya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor. Pembangunan ini juga diyakini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertahanan, tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat. (L03)