Pemerintah Kawal Produksi Pangan Antisipasi Dampak Super Elnino

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Pemerintah terus berupaya menjaga ketahanan pangan nasional dengan melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena super El Nino terhadap produksi pangan. Salah satunya dengan mengawal ketat produksi padi pada 10 provinsi utama penyangga pangan nasional.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Hal ini dikemukakan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, Senin (2/11) di Banjarbaru. “Kondisi iklim berupa fenomena elnino kuat hingga ekstrem tentu memberi tekanan pada produksi pangan kita. Tetapi over all (keseluruhan) masih aman dan cukup. Beberapa daerah juga telah dan akan memasuki musim panen,” kata Hanif, usai melakukan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :

 

Pemerintah melalui Kemenko Pangan telah memperhitungkan potensi tekanan terhadap produksi beras akibat pengaruh fenomena super elnino ini. Terkait hal ini upaya pengawalan dan peningkatan produksi pangan khususnya padi dilakukan

termasuk melalui penguatan infrastruktur pengairan di daerah sentra produksi pertanian utama.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

“Kita mencoba mengawal ketat produksi pangan pada 10 provinsi utama penghasil padi. Pompanisasi dan irigasi perpipaan juga terus kita jaga di wilayah sentra pertanian tersebut,” katanya. Meski demikian daerah lain yang tidak termasuk daerah penyangga utama pangan juga tetap mendapat perhatian pemerintah, termasuk Kalimantan Selatan.

 

Data sementara mencatat, produksi padi nasional saat ini mencapai 32 juta ton lebih. Jika ditambah dengan perkiraan hingga produksi Desember sekitar 1,5 juta hingga 2,2 juta ton, maka total produksi padi nasional diangka 34 juta ton lebih. “Jumlah ini cukup memenuhi kebutuhan beras nasional dan target swasembada dapat dipertahankan. Termasuk kebutuhan pangan menjelang natal dan tahun baru,” tutur Hanif.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Selanjutnya pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino pada tahun berikutnya 2027. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan, melibatkan jajaran sumber daya air, balai wilayah sungai, Kementerian Pertanian hingga sektor kehutanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan berbagai program yang telah berjalan agar lebih efektif menghadapi perubahan kondisi iklim di masa datang.

 

Bantuan pangan dan intervensi pasar

 

Disamping menjaga produksi pangan nasional, pemerintah juga memperkuat intervensi pasar guna melindungi daya beli masyarakat dan mengendalikan gejolak harga pangan di lapangan. Pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa beras 30 kilogram yang menjangkau sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (desil 1-4). Bantuan pangan tersebut mencapai hampir satu juta ton beras.

 

Kemudian pemerintah juga menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai satu juta ton. “Bantuan pangan dan intervensi pasar ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga pangan akibat El Nino, sekaligus menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang natal dan tahun baru, ramadhan hingga lebaran tahun depan yang kita mitigasi dari awal,” kata Hanif.

 

Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah ini merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan pangan, stabilitas pasokan dan harga pangan nasional di tengah masyarakat, sehingga laju inflasi tetap terkendali. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :