Pemda dan Masyarakat Diminta Waspadai Serangan DBD

750 x 100 AD PLACEMENT

Ilistrasi

 

BANJARBARU-Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan meminta pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat luas untuk mewaspadai ancaman serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjelang datangnya musim penghujan. Data statistik mencatat tingkat kematian akibat serangan DBD di Kalsel cukup tinggi mencapai 20 persen.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, Jumat (30/10). “Kira bersyukur dalam beberapa hari ini hujan mulai turun imbas OMC dan perkiraan BMKG akhir November mendatang musim hujan mulai tiba untuk wilayah Kalsel. Karakteristik bencana di Kalsel ini asa yaitu saat kemarau maka terjadi kebakaran yang memicu meningkatnya penyakit ISPA. Dan saat penghujan seringkali terjadi banjir dengan ancaman peningkatan kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk seperti DBD,” ungkapnya.

 

Karena itu pihaknya meminta Pemda kabupaten/kota dan masyarakat luas untuk mewaspadai munculnya kasus serangan DBD ini. “Biasanya kalau peralihan musim kemarau ke musim hujan maka akan menimbulkan banyak genangan-genangan. Genangan ini bisa menimbulkan tumbuhnya nyamuk-nyamuk aedes aegepty yaitu nyamuk demam berdarah,” tutur Diauddin.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Penyakit demam berdarah dinilai lebih berbahaya dibandingkan ISPA karena tingkat kematiannya cukup tinggi. Berdasarkan data statistik angka kematian akibat serangan DBD terutama yang menyerang balita dan anak mencapai 20 persen. “Langkah mitigasi harus dimulai dari sekarang dengan memperhatikan kebersihan di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

 

Selain demam berdarah, Diauddin juga mengakui masih tingginya kasus penyakit malaria di Kabupaten Kotabaru. Serupa dengan DBD tingkat kematian akibat malaria juga tinggi.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Terkait kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pnemonia dampak kabut asap di Kalsel, Diauddin menyebut saat ini mulai melandai seiring mulai membaiknya kualitas udara seiring keberhasilan pengendalian Karhutla dan pengaruh hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. Angka rata-rata kasus ISPA mingguan di Kalsel sebanyak 10 ribu kasus. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :