BANJARBARU-Krisis bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis solar dan pertalite terus terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan yang ditandai antrian panjang warga membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU).
Krisis BBM yang berlangsung lama ini menjadi salah satu tuntutan yang dilayangkan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Kalimantan Selatan saat aksi unjukrasa di depan Kantor Setda Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Rabu (30/9) petang.
Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Ariffin, menegaskan bahwa gelombang protes kali ini tidak hanya masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan akumulasi dari berbagai persoalan krusial yang meresahkan warga. “Aksi kita hari ini bukan hanya serta-merta menuntut penanganan karhutla. Berbagai persoalan dan isu di Kalimantan Selatan turut kami suarakan, termasuk krisis air bersih dan kelangkaan BBM yang hingga kini belum mampu diatasi pemerintah dan aparat berwenang,” ujar Ariffin.
Pantauan Media, antrian panjang pembelian BBM terjadi di sebagian besar SPBU di Kalsel, terutama untuk BBM jenis pertalite dan solar. Harga pertalite di pedagang eceran berkisar antara Rp12.000-Rp14.000 perbotol. Sementara harga solar di pasaran mencapai lebih Rp20.000 perliter.
Kondisi juga dikeluhkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Selatan Hj. Shinta Laksmi Dewi yang mengatakan kelangkaan BBM ikut mempengaruhi iklim dunia usaha di daerah. “Krisis BBM ikut mempengaruhi iklim dunia usaha di daerah,” tuturnya.
Senada Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, selaku anggota Satgas BBM Kalsel, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan Satgas BBM termasuk menindak aksi pelangsiran BBM oleh warga hingga penertiban SPBU nakal di sejumlah daerah. “Masalah disparitas harga BBM subsidi dan industri yang cukup lebar menjadi penyebab utama antrian BBM ini,” ujarnya.
Kepala Biro Operasional Polda Kalsel,
Kombes Pol Eko Irianto, menegaskan operasi penertiban praktek penyimpangan distribusi BBM terus dilakukan di seluruh wilayah Kalsel. Meski demikian dirinya mengakui kondisi antrian panjang BBM terutama jenis solar masih terjadi di Kalsel. (L03)