BANJARBARU-Semakin terbatasnya sumber air akibat kemarau panjang, menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan. Hingga kini luas Karhutla di Kalsel sudah mencapai 16.539 hektare.
Meski Karhutla terus meluas dan meleset dari target penuntasan dua pekan yang ditetapkan sebelumnya,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, mengklaim sebaran titik api terutama di wilayah ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor berhasil dikendalikan.
Dalam rakor evaluasi penanganan Karhutla yang digelar di Posko Karhutla Guntung Damar, Banjarbaru,
Jumat (4/9) petang hingga malam, dilaporkan total lahan terbakar di Kalsel sudah mencapai 16.539 hektare. Adapun total insiden karhutla sebanyak 2.586 kejadian, dengan Kota Banjarbaru, ibukota provunsi sebagai wilayah terbanyak karhutla.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa penanganan intensif selama 14 hari terakhir fokus pada pembasahan dan perendaman di kawasan rawan kebakaran khususnya lahan gambut.
“Upaya pembasahan di wilayah lahan gambut atau ring satu sekitar bandara seperti Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan berhasil menurunkan titik hotspot secara signifikan,” ungkap Ronny.
Namun penanganan Karhutla menghadapi kendala ketersediaan air kian menipis, akibat kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. “Sumber daya air kian terbatas akibat kondisi hari tanpa hujan (HTH) yang melanda Kalsel selama lebih dari satu bulan. Sehingga kita harus berusaha maksimal untuk bisa memadamkan api dengan sumber daya air sangat terbatas,” ujarnya.
Guna mengatasi krisis air dan mengendalikan sisa titik api, strategi pemadaman kini bergantung penuh pada efisiensi tim darat dan rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). “Kalsel akan melaksanakan OMC dalam beberapa hari ke depan, semoga berhasil membantu menambah debit sumber air dan mengatasi karhutla,” tutur Ronny dalam rakor Karhutla yang dihadiri Gubernur Kalsel, Forkopimda, pejabat BNPB dan instansi terkait lainnya. (L03)