Rawan Terbakar Patroli di Kawasan Tahura Sultan Adam Digalakkan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menggalakkan patroli di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring datangnya puncak kemarau.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Memasuki puncak musim kemarau saat ini, langkah-langkah antisipasi kita lakukan diantaranya menggalakkan patroli di wilayah rawan terbakar seperti kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra, Rabu (8/7).

 

Setiap musim kemarau kawasan Tahura Sultan Adam seluas 112 ribu hektare ini kerap terbakar, baik faktor kesengajaan maupun faktor alam akibat cuaca panas ekstrem. Ditambahkannya selain Tahura Sultan Adam patroli juga dilakukan di kawasan hutan dan lahan rawan terbakar melalui koordinasi bersama Manggala Agni, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperkuat deteksi dini titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sejak awal sebelum meluas.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Lokasi lain yang menjadi prioritas pengawasan Karhutla adalah kawasan hidrologi gambut (KHG) Handil Maluka yang berada di areal sekitar ring satu Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. “Kita juga memetakan lokasi-lokasi kantong air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman, termasuk kebutuhan pengambilan air bagi helikopter water bombing apabila diperlukan,” ujarnya.

 

Di kawasan Tahura Sultan Adam, pengawasan juga diperketat melalui sosialisasi kepada masyarakat umum, masyarakat peduli api (MPA) maupun pelaku wisata. Termasuk pembangunan menara pemantau, penambahan tandon air hingga pembuatan sekat bakar di kawasan wisata Mandiangin dan Bukit Batu.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kami tetap siaga penuh meskipun hingga saat ini kejadian api di Juli belum terlalu besar. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi,” tegas Fatimatuzahra, usai meninjau pameran kesiapan sarpras dan inovasi penanganan karhutla yang dilakukan pihak swasta, perusahaan perkebunan dan pemegang izin pengelolaan kawasan hutan.

 

Pantauan Media, karhutla mulai marak terjadi di sejumlah wilayah Kalsel seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru. Rabu (8/7) siang menjelang sore kebakaran lahan cukup luas melanda areal semak belukar di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Puluhan personil BPBD dan Manggala Agni diturunkan untuk memadamkan api. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :