Suasana penuh sukacita bercampur haru menyelimuti kedatangan para jemaah haji asal Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, siang itu. Keluarga dan masyarakat sekitar begitu antusias menyambut kepulangan warga di kampung halaman, setelah lebih satu bulan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Lantunan salawat diiringi tetabuhan musik rebana dan tarian sinoman hadrah, menambah semarak suasana.
Jemaah haji perempuan tampil anggun berhias kain warna-warni, sementara jemaah laki-laki berpakaian khas bak pria timur tengah.
Para jemaah berjalan pelan melewati barisan penari sinoman hadrah
memasuki gerbang yang dihiasi janur kuning menuju rumah. Suasana haru pecah saat warga mulai menyalami, memeluk, hingga mencium para jemaah sembari meminta doa agar mendapat berkah dan suatu saat bisa berangkat ke tanah suci.
Tradisi penyambutan jemaah haji ini disebut, Bategang. Tradisi ini merupakan tradisi khas masyarakat Banjar untuk menyambut kepulangan jemaah haji. Tradisi serupa juga banyak dilakukan saat melepas atau memberangkatkan jemaah haji di beberapa daerah lainnya di Kalimantan Selatan.
Tradisi ini diisi dengan arak-arakan, tabuhan musik hadrah, pembacaan syair maulid, untuk merayakan rasa syukur serta mempererat silaturahmi. Selama beberapa ke depan para jemaah akan menerima kunjungan tamu baik keluarga maupun tetangga, bersilaturahmi, cerita seputar pengalaman haji dan tak ketinggalan mencicipi oleh-oleh khas tanah suci terutama air zam-zam.
“Makna dari kata Bategang sendiri berarti bersalam-salaman dan berpelukan,” ungkap Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman, saat menghadiri kegiatan Bategang di Kelurahan Cempaka. Pemko Banjarbaru sendiri memberikan apresiasi dan berkomitmen untuk melestarikan budaya/tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Usai disambut dengan tradisi bategang, umumnya para jemaah akan berziarah ke makam leluhur atau orang tua mereka. “Yang terpenting jemaah dapat menjadi haji mabrur, menjadi suri tauladan di masyarakat dan bisa mempertahankan tindakan serta perilaku hajinya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Marhain.
Salah seorang jemaah haji yang baru tiba, Haji Muhammad Leisi, mengungkapkan rasa haru dan bahagianya bisa kembali ke tanah air setelah sekitar 40 hari menunaikan ibadah di tanah suci. “Tradisi bategang ini jadi pengobat rindu keluarga tentunya. Luar biasa terharu disambut dengan sangat meriah oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujarnya penuh syukur. Dirinya berharap agar tradisi yang sudah ada sejak lama ini dapat terus dilestarikan. (L03)