Kemendikdasmen Salurkan Rp2 T untuk Revitalisasi 3.033 Sekolah Terdampak Bencana

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

JAKARTA-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah menyalurkan dana tahap I revitalisasi

3.033 sekolah terdampak bencana Sumatera senilai Rp2 triliun. Bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara berdampak luas terhadap layanan pendidikan di wilayah tersebut.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Berdasarkan data Kemendikdasmen sebanyak 4.922 satuan pendidikan (sekolah) terdampak, dengan implikasi terhadap layanan pembelajaran bagi sekitar 707.161 peserta didik serta aktivitas 59.620 guru dan tenaga kependidikan (GTK).

 

Pascabencana, Kemendikdasmen terus mempercepat proses bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk sekolah terdampak bencana. Data per 25 Mei 2026, tercatat sebanyak 3.101 sekolah telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total nilai bantuan Rp2,9 triliun. Dari jumlah tersebut, 3.033 sekolah telah menerima penyaluran tahap I sebesar 70% dengan total Rp2 triliun.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Dari 3.101 sekolah tersebut, sebanyak 2.834 sekolah dilaksanakan secara swakelola oleh sekolah, sedangkan 267 sekolah rusak berat dan/atau relokasi dilaksanakan oleh TNI AD. Adapun 68 sekolah lainnya masih dalam proses penyaluran dana bantuan sebesar Rp31,7 miliar.

 

Adapun terkait progres pembangunan revitalisasi, dari 3.033 sekolah yang telah menerima penyaluran tahap I, sebanyak 28 sekolah telah mencapai progres fisik di atas 70%, 223 sekolah pada rentang 51–70%, 574 sekolah pada rentang 31–50%, dan 2.208 sekolah masih di bawah 30%. Sebanyak 311 sekolah ditargetkan selesai 100 persen sebelum tahun ajaran 2026/2027 pada Juli 2026.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Selain bantuan revitalisasi, GTK yang terdampak bencana juga telah menerima bantuan khusus. Dari total 59.270 GTK terdampak, sebanyak 52.513 GTK telah menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp315 miliar.

 

Terkait proses relokasi sekolah, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 31 sekolah relokasi yang telah melakukan PKS sedang dikerjakan oleh TNI AD.

 

“Secara keseluruhan, masih terdapat 66 sekolah yang harus direlokasi dan belum melakukan PKS karena masih dalam tahap koordinasi penyediaan lahan dengan pemerintah daerah. Dari 66 sekolah tersebut, 23 sekolah belum tersedia lahannya, 16 sekolah masih dalam proses pengurusan lahan, dan 27 sekolah lainnya telah tersedia lahannya namun masih menunggu dokumen legalitas lahan dikirimkan oleh pemerintah daerah kepada Kemendikdasmen,” ujar Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, di Jakarta, Jumat (29/5).

 

Di Kabupaten Aceh Tamiang, revitalisasi di SLBN Pembina Aceh Tamiang terus dikebut. Revitalisasi di sekolah ini ditargetkan selesai di bulan Juni mendatang, sehingga para murid sudah bisa menggunakan ruang kelas hasil revitalisasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

 

“Untuk saat ini proges revitalisasi sudah sampai 24,4%. Kami menargetkan di bulan Juni sudah bisa menyelesaikan pembangunan. Sejauh ini proses pengerjaan tinggal pekerjaan pasang keramik, plafon, mengecat, serta pasang kusen. Pekerjaan yang paling berat kemarin adalah membuang lumpur dan menimbun balik lumpurnya,” kata Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Supranata. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :