Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan membuka peluang besar bagi lahirnya jutaan green jobs di Indonesia. Dalam pembekalan pada Wisuda Universitas Nasional (UNAS), Menteri Jumhur mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi talenta hijau yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Menurut Menteri Jumhur, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Tantangan tersebut tidak lagi semata menjadi isu lingkungan, tetapi telah berdampak pada aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga kemanusiaan.
“Indonesia berada di garis depan risiko perubahan lingkungan global. Namun kondisi ini bukan alasan untuk pesimis. Justru Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk menjadi bagian penting dari solusi global,” ujar Menteri Jumhur.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menteri Jumhur melihat generasi muda sebagai kekuatan utama perubahan. Berdasarkan survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80 persen Generasi Z Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.
“Gen Z adalah generasi solusi. Tugas kita sekarang adalah mengubah kepedulian itu menjadi aksi nyata. Dari sekadar awareness menjadi movement, dari kepedulian menjadi inovasi, dan dari diskusi menjadi solusi,” terang Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menjelaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, transformasi menuju ekonomi hijau harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan.(L03)