BANJARBARU-Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan, sekaligus meninjau kondisi kebakaran di areal RS Jiwa Sambang Lihum, Kabupaten Banjar dan areal sekitar Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
Menhut menekankan tentang pentingnya sinkronisasi data dan koordinasi penanganan Karhutla di lapangan. “Saya sudah berkeliling, kondisi Karhutla di Kalsel cukup terkendali. Meski demikian harus tetap dievaluasi, diperbaiki penanganannya dan ditingkatkan sehingga Karhutla dan kabut asap dapat di atasi. Berdasarkan data BMKG diperkirakan kemarau masih cukup panjang hingga November 2026 atau 50 hari ke depan, sehingga perlu kesiagaan semua,” kata Menhut Raja Juli.
Hasil evaluasi di lapangan dikatakan Raja Juli bahwa keberadaan Satgas darat dalam penanganan Karhutla lebih efektif dibanding Satgas udara atau helikopter water bombing. “Lebih efektif satgas darat, terlihat dari luasan penanganan karhutla di lapangan. Karena itu kita akan menambah personil Satgas darat, nantinya akan kita bantu kelengkapan (APD) juga uang semangat,” ujarnya.
Menhut juga menambahkan pihaknya juga terus melakukan OMC di sejumlah daerah, seperti di Kalimantan Tengah yang cukup berhasil menurunkan hujan. Sedangkan pemadaman lewat udara kita fokuskan ke lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend Suharyanto, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan satgas darat karena dinilai lebih efektif dalam memadamkan karhutla, termasuk lahan gambut. “Perlu dilakukan pemetaan dan penambahan Satgas darat. Silahkan daerah menambah tim satgas darat secukupnya. Water bombing nantinya khusus daerah sulit dijangkau, bila diperlukan akan ditambah,” kata Suharyanto.
Dalam Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla di Kalsel ini, BPBD Kalsel melaporkan hingga kini karhutla masih terus terjadi di sejumlah wilayah Kalsel. Namun karhutla dan kabut asap dinilai cukup terkendali. Luas Karhutla di Kalsel hingga 22 September 2026 mencapai 24.134 hektare. Sedangkan jumlah personil Satgas darat dikerahkan sebanyak 3.557 orang dari berbagai unsur. (L03)