BANJARBARU-Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin meminta warga agar tidak panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar karena ketakutan akan kelangkaan dan kenaikan harga. Kenaikan harga BBM non subsidi khususnya solar telah memicu terjadinya antrian panjang pembelian solar subsidi di SPBU Kalsel.
“Kita minta warga tidak panik dengan membeli atau menimbun BBM, karena pemerintah telah memastikan tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi. Stok dan pasokan BBM juga lancar, jadi nggak ada alasan warga untuk panic buying,” tegas Gubernur Kalsel, Muhidin.
Dikatakan Muhidin pihaknya mendukung dan mengapresiasi upaya Polda Kalsel menindak praktik penyimpangan BBM dan gas bersubsidi karena menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara. Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi dan pengoplosan gas LPG di wilayah tersebut.
Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, mengungkapkan pihaknya mengamankan 33 orang tersangka dalam operasi berskala besar sepanjang April 2026. Operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri untuk memberantas segala bentuk penyimpangan komoditas bersubsidi yang merugikan masyarakat.
Dikatakan Kapolda, pelaku menggunakan dua modus. Untuk BBM, pelaku menggunakan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi agar dapat menampung volume BBM subsidi di SPBU lebih banyak. Namun tetap menggunakan barcode “Mereka tetap menggunakan barcode sesuai kuota masing-masing, namun setelah terkumpul, BBM tersebut dijual kembali ke luar dengan harga di atas HET,” kata Kapolda.
Sedangkan untuk gas LPG, pelaku melakukan praktik “penyuntikan” yaitu memindahkan isi gas dari tabung subsidi 3 kg ke tabung gas portable ukuran 320 gram menggunakan selang regulator untuk mendapatkan keuntungan berlipat.
Total kerugian negara akibat praktik ilegal yang berhasil diungkap ini diperkirakan mencapai Rp12,4 miliar. Adapun rincian barang bukti yang berhasil disita, meliputi 9.500 liter BBM Pertalite dan 2.900 liter Solar, LPG sebanyak 723 tabung isi 3 kg, 488 tabung kosong, dan 2.213 tabung gas portable. Kendaraan yang disita 4 unit truk roda enam, 7 unit mobil roda empat, serta belasan kendaraan roda dua dan tiga, 277 jerigen berbagai ukuran dan 1 unit tandon kapasitas 1.000 liter.
Pantauan di lapangan dalam beberapa waktu terakhir, antrian panjang mobil dan truk yang ingin membeli solar subsidi memadati SPBU sejumlah daerah di Kalsel. Namun untuk BBM jenis pertalite dan pertamax tetap normal. (L03)