Puluhan armada bus dengan ciri khas berwarna putih berbagai ukuran mulai mini bus hingga big bus untuk perjalanan jarak jauh lintas kabupaten dan provinsi (AKAP) memadati halaman kantor Perum DAMRI di kawasan jalan Trikora, Kota Banjarbaru. Lokasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan (pool) tetapi juga workshop atau bengkel perawatan armada milik BUMN yang bergerak di bidang transportasi publik ini.
Pagi itu, digelar rapat internal yang membahas seputar kinerja DAMRI dalam melayani dan menjaga konektivitas wilayah Kalimantan. “Sebagai angkutan perintis DAMRI bertugas melayani dan konektivitas masyarakat ke berbagai wilayah, termasuk kawasan pelosok, pesisir, dan lintas kabupaten. Tentunya dengan tarif yang sangat terjangkau bagi masyarakat,” ungkap General Manager DAMRI Banjarmasin, Andi Wahyu.
Saat ini layanan angkutan penumpang jalur darat Trans Kalimantan ini sudah menjangkau (terkoneksi) ke seluruh wilayah provinsi di Kalimantan, mulai Kalimantan Barat sampai Kalimantan Utara. Rute yang dilayani meliputi Pontianak, Lamandau, Pangkalan Bun, Palangka Raya, Banjarmasin via Batulicin kemudian Balikpapan, Samarinda, Berau dan Tanjung Selor.
Sedangkan di dalam Provinsi Kalimantan Selatan, armada DAMRI masih setia melayani rute antar 13 kabupaten/kota. Termasuk rute yang melintasi obyek wisata unggulan daerah seperti Loksado di Hulu Sungai Selatan. Keberadaan DAMRI ini dinilai cukup diminati masyarakat, khususnya untuk rute-rute jarak jauh yang masih kurang dilirik operator/perusahaan swasta.
Untuk kemudahan masyarakat, penjualan tiket bus juga sudah menerapkan sistem online. “Meski harus diakui masih banyak yang harus kita benahi, terlebih kita menghadapi perkembangan zaman maupun kompetitor operator swasta,” ujar Wahyu.
Perlu Peremajaan Armada
Perum DAMRI Banjarmasin memiliki sedikitnya 38 armada bus berbagai tipe, kecil, sedang dan tipe besar ukuran 40 penumpang lebih. Sayangnya sebagian besar armada bus bermesin Hino dan Mercedes ini keluaran pabrikan tahun 2016, sehingga sudah layak untuk diganti (peremajaan) dengan yang baru.
“Secara umum armada kita masih handal karena perawatan yang baik, namun secara umur memang sudah layak diperbaharui. Berikut fasilitas-fasilitas untuk memanjakan penumpang,” kata Wahyu.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Fitri Hernadi, mengatakan masih ada sejumlah daerah yang belum terkoneksi sehingga keberadaan DAMRI ini sangat membantu. Transportasi sangat berhubungan dengan ekonomi suatu daerah, dimana sistem transportasi yang efisien akan menekan biaya logistik dan memperluas jangkauan pasar.
“Hal ini juga harus didukung infrastruktur transportasi jalan yang baik,” kata Fitri. Saat ini kondisi jalan trans Kalimantan berstatus jalan nasional di Kalsel lebih 95 persen baik, sedangkan jalan berstatus provinsi sekitar 90 persen. (L03)